KUNINGAN ONLINE — Kabupaten Kuningan kembali mencuri perhatian di tingkat nasional. Desa Jagara, Kecamatan Darma, resmi menjadi Juara 1 Lomba Desa Wisata Nusantara (LDWN) 2025 kategori Desa Maju/Mandiri yang diselenggarakan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).
Penetapan tersebut dituangkan dalam Surat Ditjen Pembangunan Desa dan Perdesaan Nomor B-282/PDP.00/XI/2025 tertanggal 12 November 2025.
Dalam penilaiannya, Kemendes PDTT menempatkan Desa Jagara sebagai desa yang sukses mengombinasikan potensi wisata alam dengan kreativitas masyarakat dan kekuatan budaya lokal. Keindahan alam Jagara diperkaya dengan atraksi berbasis tradisi, inovasi warga, hingga pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Kunci keberhasilan Jagara adalah kolaborasi. Hampir seluruh elemen masyarakat bergerak bersama: pelaku seni, tokoh adat, komunitas pemuda, kelompok wisata, dan pemerintah desa. Sinergi tersebut menghasilkan tata kelola wisata yang rapi, berkelanjutan, dan menciptakan ekosistem pariwisata yang terus berkembang.
Prestasi ini semakin memperkuat rekam jejak Desa Jagara sepanjang 2025. Sebelumnya, Jagara juga meraih Juara 1 Anugerah Gapura Desa Sri Baduga (AGSB) tingkat Kabupaten Kuningan dan kini tengah bersaing di level Provinsi Jawa Barat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kuningan, Dr. H. M. Budi Alimudin, menyampaikan apresiasi mendalam atas prestasi tersebut.
“Desa Jagara membuktikan bahwa kekuatan desa bukan hanya cerita, tetapi nyata. Mereka berhasil menunjukkan bahwa pariwisata bisa tumbuh dari akar budaya, inovasi masyarakat, dan pengelolaan yang profesional,” ujar Budi.
Ia menegaskan bahwa kemenangan dalam LDWN 2025 menjadi bukti bahwa pengembangan wisata tidak harus menghilangkan jati diri desa.
“Selamat kepada seluruh warga Jagara. Prestasi ini bukan hanya milik desa, tetapi kebanggaan seluruh Kabupaten Kuningan,” tambahnya.
Terpisah, Kepala Desa Jagara, Umar Hidayat, mengucapkan rasa syukur atas penghargaan tersebut. Ia menyebut bahwa hadiah resmi dari pemerintah pusat masih menunggu informasi lanjutan.
“Alhamdulillah, untuk hadiah menjadi juara saya juga belum tahu. Namun melihat pengalaman sebelumnya, hadiah lomba tingkat nasional ini biasanya berupa program pengembangan daerah,” ujarnya.
Umar menjelaskan bahwa salah satu kategori penilaian dalam LDWN adalah fasilitas umum yang tersedia di kawasan wisata desa.
“Contoh fasilitas umum yang dinilai antara lain ruang ibu menyusui (laktasi), ketersediaan toilet di setiap titik wisata, kantong parkir, serta rumah ibadah seperti musala,” jelasnya.
Popularitas Desa Jagara terus meningkat. Berdasarkan data pemerintah desa, jumlah kunjungan wisata mencapai 18.000–20.000 orang per bulan.
“Soal wisata desa, kami tidak lepas dari kerja sama dengan BUMDes. Inovasi sektor wisata ini mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ungkap Umar.
Daya tarik utama wisata Jagara adalah panorama Waduk Darma beserta kawasan alam di sekitarnya. Ditambah lagi, BUMDes terus menambah fasilitas untuk kenyamanan pengunjung.
“Pengelola wisata dari BUMDes menambah fasilitas seperti sajian kuliner dan perahu wisata yang memberikan pengalaman lebih bagi pengunjung,” tuturnya.
Dengan prestasi nasional ini, Desa Jagara semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu desa wisata terbaik di Indonesia yang mampu mengembangkan potensi lokal tanpa menghilangkan identitas budaya. (OM)





