Derby of Alas, Berakhir Imbang Dengan Skor 3 – 3

Informasi, Olahraga3,156 views

KUNINGAN – Tim Alas FC yang ber-home base di Perumahan Alam Asri Kuningan, melakukan pertandingan yang bertajuk “Sayonara Match”. Pertandingan digelar dalam rangka menghadapi bulan suci Ramadhan itu, mempertemukan dua (2) tim sesama Squad ALAS FC, namun dipisahkan sesuai kriteria usia under 30 dengan memakai jersey gold dan up 30 dengan red jersey.

Match yang bertitel “Derby of Alas” dilaksanakan di Lapangan Sepakbola Taruna Jaya Kedungarum pada hari Rabu Sore (30/3/2022). Pertandingan berjalan dengan cukup sengit, karena kedua tim tidak mau harga dirinya yang kemarin – kemarin sudah diobral, akan kembali dilelang karena mengalami kekalahan. Alhasil, pertandingan cukup panas dan diwarnai beberapa insiden mewarnai dalam pertandingan sore kemarin.

Iklan

Babak pertama, serangan demi serangan silih berganti dan berbuah peluang manis dihasilkan kedua tim, Tetapi sampai menit 15 masih belum ada gol tercipta. Tim red yang dihuni pemain – pemain senior seperti El-Zaid, Iqbal, Hardi, Dodi, Yepis Doger dengan ditopang gelandang serang gaek “Toto Gimbal” yang bahu – membahu membangun serangan bersama duo gelandang bersaudara Afan dan Ikang serta Bentur mampu membuat repot lini belakang tim muda yang dikawal Fajri sebagai penjaga gawang dan tiga bek andalan mereka Lukas, Dabuke, Si Tower Rayan.

Kokohnya tiga bek tim muda, memang sangat sulit ditembus para striker tim old yang memang aya keur lumpat euweuh keur jang najong bola, tanaga ngan sakitu kituna (ada buat lari namun tidak ada buat nendang bola, tenaga hanya segitu – gitunya).

Iklan

Keasikan menyerang dan selalu berada di daerah lawan karena nafas yang memang tidak kuat turun, di menit ke 18 gawang tim old (red tim) yang dijaga Zadoet harus rela dibobol tim muda. Berawal dari kerja sama Alfian, Jery dan Angga, yang berhasil mengacak – mengacak pertahanan tim old, yang dihuni Ilmar, Ikmal, Feri dan Rubay. Bola di backpass mengarah ke Rainal si gelandang jebolan Akademi Persib ini, mencocor bola dengan keras yang membuat kiper Zadoet hanya bisa menyaksikan bola meluncur deras masuk kedalam gawangnya. Skor 1 – 0 untuk tim muda.

Tertinggal 1 – 0, tim old sedikit bermain lebih keras sehingga membuat wasit sering meniup peluit karena terjadinya pelanggaran. Dua sayap lincah bak tamia 5 speed milik tim muda, Yudi dan Roy tidak mudah bergerak karena selalu mendapat pengawalan ketat.

Memasuki menit akhir babak pertama, serangan cepat yang dibangun tim muda berhasil menggandakan keunggulan lewat kaki Jery yang mendapat umpan manis dari Yudi si rambut Api. Skor berubah menjadi 2 – 0 bagi tim muda.

Memasuki babak kedua, para gelandang tim old berusaha membangun serangan guna membalas 2 gol. Ketertinggalan mereka lewat Bentur, Ikang Pesik, Afan dan Toto Gimbal memainkan bola – bola pendek ala tiki taka dan yang menjadi target man memasang Heri dan Zaid didepan. Rapat dan kokohnya barisan pertahanan tim muda cukup sulit ditembus para penyerang tim old. Beberapa peluang didepan muka gawang selalu kandas di kaki pemain belakang atau langsung ditangkap Fajri selaku penjaga gawang tim muda.

Iklan

Akhirnya gol yang ditunggu – tunggu tim old datang juga, berawal dari serangan yang dibangun Ikang dan AFan menjadikan sklimit dimuka gawang Fajri. Tiga pemain Alas Old Heri, Zaid dan Toto Gimbal, bernafsu untuk mencetak gol. Namun, striker gaek El- Zaid yang berhasil membobol gawang tim muda, yang akhirnya berhasil memperkecil ketertinggalan tim old menjadi 1-2.

Satu gol yang berhasil disarangkan oleh Zaid, membuat motivasi naik berlipat untuk melancarkan serangan membombardir pertahanan tim muda dengan skema tiki taka yang dipraktekan tim old. Puncaknya karena terus diintimidasi dengan serangan yang bertubi – tubi tim old, Lukas bek tim muda melakukan blunder bunuh diri. Berniat menghalau bola sepakan Afan, tetapi bola berbelok mengarah masuk ke gawang sendiri. Skor berubah menjadi 2 – 2 (sama kuat).

Tak puas dengan hasil seri karena dirasa anak muda bertenaga, tim muda menerapkan pola skema dengan melancarkan serangan gencar, menerobos lewat dari sisi kiri bek yang dikawal Gultom dan akhirnya di menit 78, Jerri kembali mencatatkan namanya di papan skor menjadi 3 – 2 untuk Alas Muda.

Tak mau harga dirinya dirobek robek tim muda, Alas Old manambah tensi serangan menjadi tinggi kembali. Ikmal sang bek tengah tega – teganya meninggalkan Dodi seorang diri, menusuk dari belakang   bekerjasama dengan para gelandang Alas Old untuk membalas ketertinggalan.

Buktinya 5 menit menjelang laga berakhir, tepatnya di menit 87 Yepis Dogers berhasil mengkonversi umpan matang Ikmal dari sayap kiri, umpan datar yang melewati empat bek Alas muda, berhasil diceploskan oleh kaki Yepis yang sudah berdiri bebas dimuka Gawang Alas muda. Skor pun berubah menjadi 3 – 3. Sampai Wasit Eris Sukaseri meniup pluit panjang, tidak ada gol lagi yang tercipta.

“Eleh menang lain tujuana. Intina mah silaturahmi, seuseurian, babarengan, popotoan jeng ngaliwet. (Kalah menang bukan tujuannya. Intinya silaturahmi, ketawa bahagia, kebersamaan dan berfoto dan makan liwet). Dengan liwetan (Makan Nasi Liwet) agar dapat menambah kompak dan kebersamaannya itu yang diinginkan tim, karena satu hobi dan sehat dalam berolahraga,” kata Toto Gimbal, Kamis (31/3/2022).

Kemudian, Toto juga menyampaikan, seluruh punggawa “ALAS FC” mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan. “Semoga, berkah, sehat selalu dan ada dalam lindungan Allah SWT,” pungkasnya penuh harap. (Rilis/red)