Dekranasda Kuningan Didorong Jadi Motor Penggerak UMKM Menuju Pasar Global

KUNINGAN ONLINE – Pemerintah Kabupaten Kuningan mendorong Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) menjadi motor penggerak pengembangan UMKM dan industri kreatif agar produk kerajinan lokal mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional.

Dorongan tersebut disampaikan Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., saat menghadiri Pengukuhan Pengurus Dekranasda Kabupaten Kuningan Periode 2025–2030 di Teras Pendopo Kabupaten Kuningan, Selasa (3/11/2026). Dalam kesempatan tersebut, Hj. Ela Helayati, S.Sos., M.Si., dikukuhkan sebagai Ketua Dekranasda Kabupaten Kuningan.

Iklan

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, S.H., M.Kn., Sekretaris Daerah U. Kusmana, S.Sos., M.Si., Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Barat Noneng Komaranengsih, S.E., M.A.P., serta sejumlah kepala perangkat daerah dan undangan lainnya.

Bupati Dian menyampaikan bahwa Kabupaten Kuningan memiliki kekayaan alam, seni, budaya, serta keterampilan masyarakat yang menjadi modal penting dalam pengembangan industri kerajinan. Sejumlah produk unggulan, seperti Batik Paseban, Batik Anisa, Batik Ciprat, kerajinan bambu, dan kerajinan kayu, dinilai memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.

Iklan

Menurutnya, potensi tersebut tidak cukup hanya dilestarikan sebagai warisan budaya, tetapi harus didorong melalui inovasi desain, peningkatan kualitas produk, serta strategi pemasaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Kerajinan lokal harus memiliki daya saing. Jangan hanya menjadi produk yang dikenal di daerah sendiri, tetapi harus mampu menembus pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional,” ujarnya.

Bupati juga mengungkapkan adanya ketertarikan investor untuk menghidupkan kembali industri batu onyx Kuningan yang pernah menjadi salah satu produk unggulan daerah. Rencana tersebut akan dikoordinasikan lebih lanjut bersama perangkat daerah terkait, terutama mengenai regulasi perizinan dan aspek lingkungan.

Selain batu onyx, potensi bambu juga dinilai memiliki peluang ekonomi yang besar apabila diolah secara kreatif menjadi produk kerajinan bernilai tambah tinggi. Berbagai cenderamata khas Kuningan, seperti miniatur angklung dan patung kuda berbahan batu onyx, diharapkan dapat dikembangkan sebagai produk unggulan daerah.

Untuk memperkuat daya saing tersebut, Bupati menitipkan tiga agenda strategis kepada kepengurusan Dekranasda, yakni inovasi desain dan produk, digitalisasi pemasaran, serta penguatan kolaborasi dan kemitraan.

Ia juga meminta para perajin dan pelaku UMKM terus meningkatkan kualitas produk, mulai dari desain, bentuk, cita rasa, hingga kemasan, tanpa meninggalkan karakter dan identitas budaya lokal.

Di tengah perkembangan teknologi digital, pelaku usaha juga didorong untuk memanfaatkan media sosial dan berbagai platform pemasaran daring sebagai sarana memperluas jangkauan konsumen.

“Peranan Dekranasda harus berkiprah nyata sebagai jembatan dan penggerak utama UMKM, sehingga kerajinan lokal dapat menjadi penopang ekonomi keluarga sekaligus membuka lapangan pekerjaan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Barat Noneng Komaranengsih mengapresiasi kinerja Dekranasda Kabupaten Kuningan yang dinilai telah menunjukkan sejumlah capaian positif, bahkan sebelum pengukuhan kepengurusan periode baru dilaksanakan.

Salah satu capaian tersebut terlihat melalui partisipasi dalam Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) yang berhasil mengantarkan Dekranasda Kuningan meraih sejumlah penghargaan. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti adanya semangat dan komitmen dalam mengembangkan potensi kerajinan daerah.

Noneng juga menekankan pentingnya regenerasi perajin agar produk kerajinan tradisional tetap memiliki penerus. Inovasi, menurutnya, menjadi kunci untuk menjaga warisan budaya agar tetap relevan sekaligus memiliki nilai ekonomi bagi generasi muda.

“Kita harus menyiapkan generasi penerus yang mampu melestarikan sekaligus mengembangkan produk kearifan lokal agar tetap relevan dan diminati generasi muda,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Dekranasda memiliki posisi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah karena industri kerajinan merupakan sektor padat karya yang mampu menyerap tenaga kerja. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pendidikan, pariwisata, perdagangan, hingga dunia usaha.

Pengembangan sentra kerajinan sebagai destinasi wisata edukasi dan belanja, serta pembentukan agregator ekspor, juga dinilai penting untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk unggulan daerah.

Ketua Dekranasda Kabupaten Kuningan, Hj. Ela Helayati, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa kepengurusan periode 2025–2030 diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pelaku UMKM, akademisi, dunia usaha, serta komunitas seni dan budaya.

Menurutnya, kolaborasi menjadi modal penting untuk mendorong kemajuan industri kerajinan sekaligus meningkatkan kesejahteraan para perajin.

“Melalui inovasi, penguatan kualitas, dan perluasan pemasaran, kerajinan lokal diharapkan tidak hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga berkembang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan membawa produk unggulan Kuningan semakin dikenal di pasar global,” tuturnya.

Dengan kepengurusan baru ini, Dekranasda Kabupaten Kuningan diharapkan semakin optimal dalam membina perajin, memperkuat ekosistem UMKM, serta mengangkat potensi kerajinan daerah menjadi produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing global. (OM)

News Feed