KUNINGAN ONLINE – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di 78 Desa kini memasuki masa kampanye dari tanggal 22 hingga 26 November.
Salah satu calon dari kalangan muda Muamar Alhaj (31) dari Desa Sindangsari Kecamatan Luragung dimasa kampanye saat ini sudah mempersiapkan Visi dan Misinya.
Dengan tagline Amanat Rakyat, dari Rakyat, oleh Rakyat, untuk Rakyat Sindangsari On Line dan Visi ‘Sindangsari Nyata’ (Nyaman, Nyawah, Nyaah, Agamis, Transparan, dan Amanah).
“Untuk misi, yakni pertama Membangun pemerintahan desa yang profesional, humanis, transparan, netral, dan humble,” ujar Cakades Muamar dengan nomor urut dua (2), Selasa (23/11).
Ia memaparkan, profesional dengan cara memberikan dan mengikuti pelatihan2 dalam segala disiplin ilmu, sehingga keilmuan akan terus update dan up grade.
Selain itu, lanjut Muamar, Humanis dengan cara terus melakukan perbuatan positif dan hal2 yang bermanfaat, baik dari tutur kata, etika, tata krama, yang di aplikasikan dalam perilaku sehari-hari sehingga mampu menjadi contoh bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Transparan yaitu jujur dan terbuka dengan masyarakat terhadap segala urusan administrasi dan sumber2 keuangan desa sehingga pembangunan akan adil dan merata,” paparnya.

Kemudian Netral, Muamar mengatakan, tidak memihak suatu kepentingan individu, kelompok atau golongan masyarakat tertentu, tetapi mementingkan kepentingan bersama seluruh masyarakat desa yang di landasi asas kekeluargaan, keadilan dan gotong royong
“Humble dalam arti tetap sederhana dan merakyat, artinya tidak menganggap diri paling benar, selalu bersahaja dan siap menerima saran dan kritikan dari seluruh lapisan masyarakat,” kata Muamar
Selanjutnya, Muamar menyampaikan, misi yang kedua yaitu Mewujudkan masyarakat Sindangsari yang kompak, rukun, dan makmur
“Kompak dan rukun dengan selalu berasaskan persatuan dan kesatuan dalam memandang perbedaan, bahwa kita adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup dan bekerja sendiri,” ujarnya.
Sehingga, masih kata Muamar, harus berkolaborasi dan bekerjasama dengan yang lainnya untuk mempercepat mencapai kemakmuran tersebut, suatu bangunan yang kokoh tidak akan pernah berdiri tanpa kolaborasi perbedaan-perbedaan bahan, semen, bata, pasir, air, kaca, dan lainnya bercampur menjadi suatu karya.
Sementara, misi yang Ketiga, Memperbaiki Irigasi pengairan dan memajukan Pertanian berikutnya mengembangkan Pertanian Organik.
“Dengan adanya Dana Desa dan sumber-sumber keuangan desa lainnya, ditunjang dengan sumber daya manusia yang mumpuni di desa Sindangsari, dalam arti di Sindangsari itu sangat banyak orang-orang yang memiliki kemampuan dan ahli di bidang ini,” ujarnya.
Sehingga, Muamar menjelaskan akan sangat membantu menemukan solusi untuk masalah irigasi dan pengairan. Bahkan bila perlu akan di lakukan pengajuan2 terhadap pemerintah di tingkat kabupaten untuk permasalahan irigasi ini.
Pengembangan pertanian organik di lakukan dengan cara menggunakan pupuk organik cair, yang sebelumnya sudah berhasil di lakukan oleh komunitas sendiri di Bandung dengan hasil yang cukup membanggakan.
“Misi ke Empat, yaitu Mewujudkan dan memanjangkan tali silaturahmi antar seluruh warga lewat berbagai event dan kegiatan,” jelasnya.
Ia mengatakan, Baik even harian misal olahraga voli, atau sepak bola, atau mengadakan kerja bakti rutin, maupun even mingguan atau bulanan misal pengajian, yasinan dan sebagainya.
Dan terakhir ke Lima, Menghidupkan kembali bidang seni, budaya, sejarah, agama dan olahraga. Di sindangsari banyak Sumber Daya Manusia (SDM) dan orang-orang yang memiliki keahlian khusus di bidang ini.
“Alangkah baiknya jika SDM ini kita berdayakan dan upayakan sehingga mau menularkan ilmu serta pengalamannya untuk generasi-generasi selanjutnya,” imbuhnya
Misal, terang Muamar, orang-orang yang ahli dalam bidang ini menjadi instruktur ataupun mentor untuk mengadakan pelatihan-pelatihan dalam bidangnya secara kontinyu.
Bidang seni sunda misal dengan pelatihan gamelan, seni modern dengan mengadakan sarana atau alat-alat band, budaya dengan menghidupkan kembali peninggalan-peninggalan atau tradisi karuhun atau leluhur sindangsari yang sudah lama hilang, misal saba desa (Sukuran hasil bumi), budaya bersalaman setiap bertemu sesama warga, budaya gotong royong dan sebagainya.
“Dalam bidang sejarah sangat perlu di hidupkan kembali karena kita sebagai manusia tidak boleh lupa akan purwadaksi atau asal muasal. Tanpa sejarah kita tidak akan pernah ada,” terangnya.
Dijelaskan Muamar, Sindangsari memiliki banyak situs peninggalan para sepuh, karuhun dan leluhur, situs itu wajib di pelihara dan di rawat (Bahkan di lindungi undang-undang).
Karena, menurutnya situs itu mencirikan adanya sebuah peradaban dan kehidupan masa lalu.
“Bahkan jika kita mau menggali peninggalan masa lalu, ada banyak informasi dan ilmu yang bisa di jadikan sebagai solusi untuk krisis yang di alami di masa kini,” tuturnya.
Dalam bidang agama tidak hanya mengadakan kegiatan-kegiatan yang bersifat keagamaan, tapi bagaimana menjadikan diri ini manusia yang memiliki akhlak yang baik sehingga bisa di aplikasikan dalam perbuatan sehari-hari.
“Begitupun dalam bidang olahraga, tidak hanya dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat ke olahragaan, tetapi bagaimana selalu mempunyi jiwa dan spirit yg sehat setiap harinya. #salamperubahan, #hiduprakyat,” pungkasnya. (OM)





