Bupati Kuningan 2 Periode Meninggal, Acep Sebut Sosok Pemimpin Visioner

Informasi, Insiden2,878 views

KUNINGAN ONLINE – Mantan Bupati Kabupaten Kuningan 2 Periode, Aang Hamid Suganda meninggal dunia pada hari Senin sekitar pukul 22.00 WIB di RS. Harapan Kita Jakarta.

Sekretaris Daerah Kuningan, Dian Rachmat Yanuar membacakan Riwayat hidup Aang Hamid Suganda yang lahir di Kuningan, 15 Desember 1942 (79).

Iklan

“Pendidikan Sekolah Rakyat 1956, Sekolah Teknik Negeri 1960, Sekolah Guru Pengajaran Teknik Bandung 1964, IKIP Jurusan Teknik sipil tahun 1967, STIA Bagasasi Bandung tahun 2006, istri Hj Ujte Choeriyah Suganda (Almh).

Semasa Hidupnya, Dian menyampaikan, Jabatan Direktur Utama PT Waskita Jaya Purnama 1970-1997, Ketua DPC Gapensi Kota Madya Bogor selama dua periode 1978-1984.

Iklan

“Ketua Empat DPD Gapensi Jawa Barat 1984-1989, Bendahara Umum DPP Gapensi selama empat periode 1989-2003, Ketua Yayasan Rereongan Sarpi Kota Bogor 1995-1998, Ketua Tiga Koni Kota madya Bogor 1995-1999, Komisaris Utama Bank Pengkreditan Rakyat PT Laksawacana Agri Purnama 1995-2003,” ujarnya.

Direktur Utama PT Propindo Mulya Utama 1995-2003, Direktur Utama PT Propindo Mulya Agung 1999-2003, Direktur Utama PT Propindo Sejati 1995-2003, Direktur Utama PT Catur Mas Karsa Udara 1995-2003, Komisaris Utama PT Waskita Purnama 1997-2003, Anggota Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia 1999-2003, Manajer Tim Persija 1999-2003, Bupati Kuningan selama dua Periode 2003-2013, Sekretaris Jendral Akasih 2011-2015, Ketua Kunci Bersama 2011-Sekarang.

Perwakilan Keluarga Erik Irawan Suganda menyampaikan mohon keikhlasan dan keridhaan untuk membukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya.

“Semasa hidup beliau ada perkataan yang kurang berkenan di hati. Kami keluarga memohon maaf,” ucapnya.

“Kami atas nama keluarga terimakasih kepada Bupati beserta jajarannya, masyarakat Kuningan sejak ayah kami di rawat memberikan perhatian yang luar biasa, semoga di balas oleh Allah SWT,” sambungnya.

Pihaknya juga menyampaikan bahwa nanti malam dilaksanakan pengajian hingga tuju hari kedepan di rumah yang beralamat di Winduhaji.

Ditempat yang sama, Bupati Kuningan Acep Purnama mengucapkan Innalilahi Wa Innalillahi Rojiun. Sosok Aang, bagi Acep merupakan panutan, pemimpin yang visioner.

“Kita kenal sebagai suami, orang tua, sebagai kakek dari anak dan cucunya, sebagai pemimpin pada saat memimpin Kuningan dan menjadi panutan dari awal sampai hari ini,” ucapnya.

Acep menuturkan Allah yang melahirkan dan Allah yang mengambil kembali. Semalam dirinya mendapatkan kabar duka 20 Juni sekitar pukul 23.00 merasakan kehilangan putra terbaik Kuningan.

“Sosok beliau yang sudah meletakan pembangunan, dasar-dasar pembangunan, sosok visioner, inovasi sehingga kita patut mensyukuri dan berterima kasih kepadanya,” ungkapnya.

“Beliau seorang negarawan dan patut di teladani, dengan kedewasaan, banyak sekali jasa beliau dalam pembangunan Kuningan, banyak kenangan indah bersama beliau, kita harus menyadari dan mengikhlaskan menghadap sang illahi,” tambahnya.

Sebagai bentuk penghargaan atas jasa, suri tauladan. Acep menyampaikan mewakili seluruh jajaran pemerintah daerah mengucapkan terimakasih kepada bapak.

“Insya Allah cita-cita bapak gagasan dan pemikiran akan kami lanjutkan, kami akan selalu mendoakan bapak. Mengiringi kepergian bapak menghadap sang illahi, meninggalkan dalam keadaan Husnul khotimah,” pungkasnya.