Bupati Dian Turun Langsung Tinjau Korban Puting Beliung di Luragung dan Cidahu, Pemkab Kuningan Siapkan Bantuan Perbaikan Rumah

Insiden, Sosial144 views

KUNINGAN ONLINE – Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., turun langsung meninjau sejumlah lokasi terdampak bencana angin puting beliung di Kecamatan Luragung dan Cidahu, Selasa (3/11/2026). Dalam kunjungan tersebut, Bupati memastikan masyarakat terdampak mendapatkan bantuan darurat sekaligus kepastian terkait langkah penanganan dan pemulihan pascabencana.

Didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, Bupati meninjau kondisi rumah warga serta sejumlah fasilitas umum yang mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang.

Iklan

Berdasarkan pendataan sementara, bencana tersebut berdampak pada 10 desa di dua kecamatan, dengan lebih dari 100 rumah mengalami kerusakan mulai dari kategori ringan, sedang hingga berat.

Selain melakukan peninjauan, Bupati Dian juga menyerahkan bantuan dari BPBD dan Baznas Kabupaten Kuningan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga selama masa tanggap darurat.

Iklan

“Jadi hari ini kita meninjau untuk melihat pemetaan dampak yang ditimbulkan dari korban puting beliung. Ada di 10 desa di dua kecamatan, dampak Kecamatan Luragung sama Kecamatan Cidahu,” ungkap Dian.

Ia menjelaskan, sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap rumah, seperti genteng dan konstruksi kayu yang terlepas akibat kuatnya terjangan angin. Kondisi tersebut perlu segera ditangani agar warga dapat kembali menempati rumahnya dengan aman.

Sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah, Pemkab Kuningan menyiapkan anggaran melalui skema Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk membantu perbaikan sejumlah rumah warga yang mengalami kerusakan.

Bantuan direncanakan berupa material bangunan, termasuk genteng, yang akan disalurkan melalui pemerintah desa agar pendistribusiannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.

“Kita akan mengambil anggaran dari skema BTT untuk beberapa rumah yang mungkin bisa segera kita tangani. Kita akan drop ke desa melalui kepala desa setempat, memberikan bahan material seperti genteng,” jelasnya.

Perbaikan SMPN 1 Luragung Jadi Perhatian

Selain rumah warga, Bupati Dian turut memberikan perhatian terhadap kondisi SMP Negeri 1 Luragung yang juga mengalami kerusakan akibat bencana puting beliung.

Mengingat kerusakan bangunan berpotensi membahayakan keselamatan peserta didik, Bupati meminta agar ruang kelas yang dinilai rawan untuk sementara tidak digunakan sampai kondisinya dinyatakan aman.

Pemkab Kuningan juga telah berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mengupayakan percepatan rehabilitasi sekolah tersebut. Meski sebelumnya telah masuk dalam program revitalisasi, pemerintah daerah akan menjajaki alternatif pendanaan melalui skema penanganan kebencanaan agar proses perbaikan tidak harus menunggu terlalu lama.

“Kita sudah koordinasi dengan kementerian, karena memang sebetulnya sekolah itu sudah masuk dalam revitalisasi. Tapi karena menunggu revitalisasi agak lama, kita ambil skemanya mungkin dari kebencanaan,” tutur Dian.

Ia berharap perbaikan SMP Negeri 1 Luragung dapat segera direalisasikan sehingga aktivitas belajar mengajar bisa kembali berlangsung secara aman dan nyaman.

Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dian menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mengawal proses penanganan bencana, mulai dari pendataan, penyaluran bantuan darurat hingga pemulihan rumah warga dan fasilitas pendidikan.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama masa pancaroba yang berpotensi memicu cuaca ekstrem, terutama hujan lebat disertai angin kencang.

Kehadiran langsung pemerintah daerah di tengah masyarakat terdampak diharapkan tidak hanya memberikan bantuan secara materi, tetapi juga memastikan warga memperoleh perhatian dan kepastian penanganan.

Pemkab Kuningan berkomitmen mengupayakan penanganan secara bertahap, tepat sasaran, dan berdasarkan tingkat kebutuhan masyarakat, sehingga dampak bencana dapat segera dipulihkan dan kehidupan warga kembali normal. (OM)