Bupati Dian Kecam Dugaan Pengeroyokan Remaja usai Euforia Sepak Bola

Olahraga67 views

KUNINGAN ONLINE — Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, menyampaikan rasa kecewa dan prihatin atas dugaan aksi pengeroyokan terhadap seorang remaja yang diduga dipicu euforia pertandingan sepak bola dan melibatkan oknum suporter.

Menurut Dian, tindakan kekerasan tersebut mencoreng semangat sportivitas yang seharusnya dijunjung tinggi dalam olahraga.

Iklan

“Saya mengungkapkan rasa kecewa dan prihatin. Kuningan yang kondusif ini kok diganggu dengan tindakan-tindakan yang bagi saya tidak beradab. Olahraga sepak bola itu menjunjung tinggi sportivitas, jangan dinodai oleh supporter yang tidak bertanggung jawab,” ujar Dian saat dimintai tanggapannya di Kantor DPRD Kuningan, Selasa (12/5/2026).

Ia mengaku telah menjenguk korban dan melihat langsung kondisi luka yang dialami korban akibat dugaan pengeroyokan tersebut.

Iklan

“Lukanya sampai banyak, dipukuli. Kalau tidak segera dipisahkan oleh orang-orang yang peduli di lokasi, mungkin bisa lebih parah. Ini barbar,” katanya.

Bupati menyebut korban merupakan seorang anak santri yang saat kejadian disebut hanya sedang membeli bensin dan sayur, sehingga tidak mengetahui persoalan yang terjadi.

Iklan

“Anak itu tidak tahu apa-apa, dia anak santri, hanya beli bensin dan beli sayur,” ucapnya.

Dian juga mengapresiasi langkah cepat pihak kepolisian yang telah memanggil sejumlah pihak terkait untuk dimintai keterangan.

“Saya mendapat informasi tadi malam pihak Polres sudah memanggil pihak-pihak terkait. Saya mohon ada tindakan yang terukur dan tegas supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tegasnya.

Terkait pendampingan terhadap korban, Dian mengatakan pihak keluarga telah memberikan dukungan penuh, termasuk perhatian dari tenaga kesehatan.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada pihak rumah sakit yang telah memberikan pelayanan kepada korban hingga kondisinya dipastikan membaik.

“Alhamdulillah tidak ada gejala lanjutan. Ini harus menjadi pembelajaran bagi kita semua,” katanya.

Selain itu, Dian mengaku akan berkoordinasi dengan aparat keamanan terkait antisipasi potensi kerawanan saat pertandingan sepak bola berikutnya.

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan titik kumpul atau kegiatan nonton bareng nantinya dipusatkan di lokasi tertentu agar lebih mudah dipantau.

“Nanti kita koordinasi dengan pihak keamanan. Bisa saja nonton bareng dipusatkan di stadion atau tempat tertentu supaya lebih terukur, lebih terjaga dan termonitor,” ujarnya.

Ia juga menegaskan tidak ingin ada oknum luar yang mengganggu kondusivitas wilayah Kabupaten Kuningan.

“Saya tidak mau ada oknum-oknum luar yang mengacaukan Kuningan. Ini tidak boleh terjadi lagi,” pungkasnya. (OM)