Bupati Dian Dorong TKIT Al-Fattah Jadi Percontohan Pendidikan, Revitalisasi Sekolah Harus Diimbangi Perawatan

Pendidikan130 views

KUNINGAN ONLINE – Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., mendorong TKIT Al-Fattah Ciawigebang menjadi salah satu percontohan pendidikan berkualitas di Kabupaten Kuningan. Hal itu disampaikannya saat mengunjungi sekolah tersebut dalam kegiatan Open House Sekolah Hasil Revitalisasi melalui program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Senin (19/10/2026).

Dalam kunjungannya, Bupati Dian meninjau langsung kondisi bangunan, lingkungan sekolah, serta proses pembelajaran. Ia mengapresiasi fasilitas TKIT Al-Fattah yang dinilai representatif untuk mendukung kegiatan belajar anak usia dini.

Iklan

“Saya datang ke TKIT Al-Fattah. Menurut saya ini cukup bagus, cukup representatif. Dari bangunan juga saya kira bagus untuk menjadi percontohan. Sirkulasi udaranya baik, sehingga sekolah terasa aman dan nyaman,” ungkapnya.

Menurut Dian, revitalisasi sekolah tidak boleh hanya berorientasi pada perbaikan bangunan fisik. Lebih dari itu, fasilitas yang memadai harus diiringi dengan peningkatan kualitas pembelajaran, motivasi guru, serta keterlibatan orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Iklan

Ia menginginkan sekolah menjadi rumah kedua bagi peserta didik, tempat anak-anak merasa aman, nyaman, dan memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan.

“Saya ingin sekolah itu menjadi rumah kedua bagi anak-anak setelah keluarganya. Ketika sarana prasarananya aman dan nyaman, guru-gurunya termotivasi menjadi orang tua kedua, maka proses pembelajaran akan berjalan harmonis,” tuturnya.

Bupati juga menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan keluarga. Menurutnya, pendidikan karakter, kemandirian, serta perkembangan kecerdasan emosional, sosial, intelektual, dan spiritual anak membutuhkan dukungan bersama.

“Pendidikan yang baik tidak hanya mengandalkan sekolah. Ada peran orang tua yang sangat penting, terutama dalam memberikan kasih sayang, membangun kemandirian, dan membentuk karakter anak,” tegasnya.

Selain kualitas pembelajaran, Dian mengingatkan pentingnya menjaga dan merawat fasilitas pendidikan yang telah dibangun melalui program revitalisasi. Ia menilai, keberlanjutan manfaat pembangunan sangat ditentukan oleh kepedulian seluruh pihak dalam menjaga kebersihan, kerapian, dan kenyamanan lingkungan sekolah.

“Yang mudah itu membangun, tetapi yang agak sulit adalah merawat. Bangunan sebagus apa pun kalau tidak ada rasa memiliki, lama-lama akan rusak. Tidak harus mahal untuk membuat anak nyaman, yang penting bersih, rapi, dan terawat,” pesannya.

Ia berharap TKIT Al-Fattah dapat menjadi contoh bahwa fasilitas pendidikan yang baik, jika disertai pengelolaan yang bertanggung jawab dan hubungan harmonis antara yayasan, guru, orang tua, serta masyarakat, mampu mendukung terciptanya lingkungan belajar yang berkualitas.

“Saya yakin, kalau fasilitasnya dirawat, hubungan emosional antara sekolah, yayasan, guru, orang tua, dan masyarakat terus dibangun, TKIT Al-Fattah bisa menjadi salah satu etalase pendidikan, tidak hanya di Ciawigebang atau Kuningan, tetapi juga di tingkat nasional,” ujarnya.

Iklan

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan Dr. Elon Carlan, S.Pd., M.M.Pd., menyampaikan bahwa Kabupaten Kuningan menempati posisi kedua di Jawa Barat dalam jumlah penerima program revitalisasi satuan pendidikan.

Menurut Elon, dari 10 taman kanak-kanak yang progres pembangunannya telah mencapai 100 persen, TKIT Al-Fattah dipilih sebagai lokasi kunjungan Bupati untuk melihat secara langsung hasil revitalisasi. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari dokumentasi melalui pembuatan video profil sekolah.

“Dari 10 taman kanak-kanak yang progres pembangunannya sudah mencapai 100 persen, kami memilih TKIT Al-Fattah untuk dikunjungi Bapak Bupati. Ini menjadi bagian dari kewajiban kepala daerah dalam melihat langsung hasil revitalisasi sekolah,” jelasnya.

Elon menambahkan, pemerintah daerah terus berupaya memperluas penanganan rehabilitasi sarana pendidikan, mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP).

Untuk 2027, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan memproyeksikan sekitar 315 satuan pendidikan pada jenjang PAUD akan mendapatkan penanganan rehabilitasi.

Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), penyelesaian rehabilitasi sekolah ditargetkan pada 2029. Namun, pihaknya berharap target tersebut dapat dipercepat menjadi 2028 melalui koordinasi dan dukungan pemerintah pusat.

“Insyaallah dengan kerja sama seluruh jajaran Dinas Pendidikan, kita berupaya agar rehabilitasi sekolah bisa tuntas lebih cepat, mudah-mudahan pada 2028,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Dian menegaskan bahwa keterbatasan fiskal daerah tidak boleh mengurangi semangat dalam membangun sektor pendidikan. Ia mendorong para kepala perangkat daerah untuk aktif menjalin komunikasi dan membuka jejaring dengan kementerian maupun lembaga pemerintah pusat guna memperoleh dukungan program dan anggaran.

“Walaupun anggaran kita terbatas, semangat membangun tidak boleh surut. Saya tugaskan para kepala dinas untuk membuka jejaring, mencari peluang dukungan anggaran dari pusat, sehingga pembangunan di Kuningan tetap berjalan,” tegasnya.

Al-Fattah Kembangkan Pendidikan Berstandar Internasional

Ketua Yayasan Al-Fattah Dr. K.H. Aang Asy’ari, Lc., M.S.I., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kuningan, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, atas dukungan revitalisasi yang diterima TKIT Al-Fattah.

Ia menjelaskan, Al-Fattah terus mengembangkan layanan pendidikan mulai dari taman kanak-kanak, pendidikan dasar, hingga pesantren anak yang menerima peserta didik dari berbagai daerah, termasuk Lampung dan Madura.

Pengembangan pendidikan tersebut dilakukan melalui penguatan pendidikan agama, kemampuan bahasa asing, serta kompetensi akademik. Yayasan juga menerapkan kurikulum Cambridge dan kurikulum bahasa Arab yang disebutnya digunakan dalam jaringan Al-Azhar Indonesia.

“Kami menggunakan Cambridge, dan pada Desember nanti akan mengikuti ujian Cambridge. Untuk bahasa Arab, kurikulum yang kami gunakan juga dipakai dalam jaringan Al-Azhar Indonesia,” jelasnya.

Meski mengembangkan sistem pembelajaran berstandar internasional, Aang menegaskan bahwa pihak yayasan tetap berupaya menjaga keterjangkauan biaya pendidikan bagi masyarakat.

“Kami ingin Al-Fattah ini menjadi berkah, termasuk bagi masyarakat kelas menengah. Kami serius membangun pendidikan karena ini merupakan amanah, terlebih fasilitas yang kami kelola berdiri di atas tanah wakaf,” tuturnya.

Sebagai bagian dari pengembangan layanan pendidikan, Al-Fattah juga merencanakan pembukaan jenjang sekolah menengah pertama (SMP) pada tahun ajaran 2028/2029. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan kesinambungan pendidikan bagi para lulusan sekaligus memperluas kesempatan belajar.

Aang berharap dukungan dan pembinaan dari Pemerintah Kabupaten Kuningan dapat terus berlanjut sehingga Al-Fattah mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi peningkatan kualitas pendidikan daerah.

“Kami persembahkan semua ini untuk Kuningan. Kami ingin mendukung terbangunnya ekosistem Kabupaten Kuningan sebagai kota pendidikan. Terima kasih kepada Bapak Bupati dan seluruh jajaran Dinas Pendidikan atas dukungannya,” ungkapnya.

Menutup kunjungannya, Bupati Dian mengajak seluruh pengelola lembaga pendidikan dan jajaran pemerintah daerah untuk menjalankan tanggung jawab dengan penuh keikhlasan. Menurutnya, pembangunan pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya akan dirasakan oleh generasi mendatang.

Melalui program revitalisasi sekolah dan penguatan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, guru, orang tua, serta masyarakat, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap semakin banyak satuan pendidikan memiliki lingkungan belajar yang aman, nyaman, sehat, dan berkualitas.

Upaya tersebut menjadi bagian dari penguatan fondasi pendidikan untuk mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan berakhlak mulia dalam mewujudkan Kuningan Melesat. (OM)