KUNINGAN ONLINE — Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kuningan menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan I Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi manajerial pejabat pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan.
Kepala BKPSDM Kabupaten Kuningan, Beni Prihayatno, S.Sos., M.Si., melalui Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia BKPSDM Kabupaten Kuningan, Iis Risnawati, SE menyampaikan pelatihan dilaksanakan selama lebih dari empat bulan, mulai 6 Juli hingga 18 November 2026, dengan metode blended learning.
“Pembelajaran dilakukan melalui sistem daring serta pembelajaran klasikal atau tatap muka di Kampus UPTD Pengelola Fasilitas Pengembangan SDM BKPSDM Kabupaten Kuningan,” ujar Iis Risnawati kepada Kuninganonline.com, Kamis (27/8/2026).
Iis menerangkan, sebanyak 34 pegawai Pemerintah Kabupaten Kuningan yang menduduki Jabatan Pengawas mengikuti pelatihan tersebut. Para peserta berasal dari sejumlah perangkat daerah, rumah sakit, kecamatan hingga kelurahan.
“Pelatihan ini bertujuan membentuk pemimpin pengawas yang memiliki kompetensi kepemimpinan pelayanan, mampu menjamin akuntabilitas jabatan, serta dapat mengendalikan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan standar kompetensi manajerial Jabatan Pengawas,” terangnya.
Dalam pelaksanaannya, lanjut Iis, peserta mendapatkan pembelajaran yang terbagi dalam empat agenda utama. Agenda pertama menitikberatkan pada penguatan integritas dan kepemimpinan Pancasila, meliputi wawasan kebangsaan, nilai-nilai Pancasila, bela negara, etika publik, integritas, antikorupsi, serta peran ASN sebagai pelayan publik.
“Selanjutnya, Agenda II membahas kepemimpinan kinerja, mulai dari manajemen kinerja organisasi, perencanaan dan cascading kinerja, pengukuran serta evaluasi kinerja, pengelolaan risiko hingga pengambilan keputusan berbasis data,” ujarnya.
Pada Agenda III, Iis menjelaskan, peserta dibekali kemampuan kepemimpinan pelayanan. Materinya mencakup konsep dan standar pelayanan publik, inovasi pelayanan publik, manajemen perubahan, stakeholder engagement, serta peningkatan kepuasan masyarakat.
“Sementara Agenda IV diarahkan pada aktualisasi kepemimpinan melalui aksi perubahan. Peserta mendapatkan materi mengenai perancangan dan implementasi aksi perubahan di unit kerja, coaching dan mentoring, monitoring dan evaluasi, hingga seminar aksi perubahan,” jelasnya.
Adapun pengajar dalam Pelatihan Kepemimpinan Pengawas tersebut berasal dari Widyaiswara Lembaga Administrasi Negara (LAN).
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu memenuhi Standar Kompetensi Manajerial Jabatan Pengawas sehingga dapat menjalankan tugas kepemimpinan dan pelayanan publik secara lebih efektif, akuntabel, serta berorientasi pada kinerja. (OM)








