Beas Perelek di Desa Ciasih Diteliti, UNISA Kuningan Dorong Inovasi Jaring Pengaman Sosial

Pendidikan69 views

KUNINGAN ONLINE — Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan terus mendorong pengembangan penelitian yang berangkat dari kearifan lokal dan persoalan nyata di tengah masyarakat. Salah satunya melalui penelitian mengenai revitalisasi Beas Perelek sebagai instrumen jaring pengaman sosial di Desa Ciasih.

Penelitian bertajuk “Revitalisasi Beas Perelek sebagai Instrumen Jaring Pengaman Sosial: Penguatan Ketahanan Sosial Desa Ciasih” tersebut berupaya menggali kembali potensi tradisi gotong royong masyarakat Sunda dalam menghadapi perubahan sosial dan ekonomi.

Iklan

Beas Perelek merupakan tradisi pengumpulan beras secara sukarela dari masyarakat yang kemudian disalurkan kepada warga yang membutuhkan. Namun, perkembangan zaman membuat tradisi tersebut menghadapi berbagai tantangan, seperti urbanisasi, perubahan nilai sosial, akulturasi budaya, hingga menguatnya kecenderungan individualisme.

Di Desa Ciasih, penelitian ini juga melihat pentingnya model pengelolaan Beas Perelek yang lebih sistematis. Perubahan struktur keluarga, migrasi ekonomi, serta keterbatasan akses terhadap bantuan sosial formal menjadi sejumlah kondisi yang melatarbelakangi penelitian tersebut.

Iklan

Menariknya, Beas Perelek tidak hanya dikaji dari perspektif sosial dan budaya. Tim peneliti juga mengaitkannya dengan perspektif hukum ekonomi syariah, khususnya prinsip ta’awun atau tolong-menolong serta keadilan distributif.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan model yang tetap mempertahankan nilai gotong royong, tetapi sekaligus mampu menjawab kebutuhan masyarakat di tengah perubahan zaman.

Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan pendekatan mixed methods. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, observasi, wawancara mendalam, focus group discussion (FGD), serta survei mengenai partisipasi masyarakat, kepercayaan sosial, dan persepsi terhadap kebermanfaatan Beas Perelek.

Penelitian dilaksanakan melalui lima tahapan, yakni studi pendahuluan dan analisis kebutuhan, perancangan model awal, validasi ahli dan pemangku kepentingan, uji coba terbatas di tingkat RT/RW, serta diseminasi hasil dan penyusunan rekomendasi kebijakan.

Tim penelitian dipimpin Asep Nugraha, dosen Perbankan Syariah UNISA Kuningan. Ia didampingi Imam Dwi Putranto dan Arif Fauzan sebagai anggota peneliti. Penelitian ini juga melibatkan Cindy Maulida, mahasiswa Perbankan Syariah, dalam proses pengumpulan data kualitatif dan kuantitatif.

Penelitian tersebut dirancang dalam roadmap hingga 2029. Tahap awal pada 2025–2026 difokuskan pada riset dasar mengenai revitalisasi Beas Perelek. Selanjutnya, penelitian diarahkan pada penguatan sinergi Beas Perelek dengan sistem perlindungan sosial desa, hingga pengembangan replikasi model dan digitalisasi tata kelola.

Sejumlah luaran yang ditargetkan antara lain artikel ilmiah, draf Peraturan Desa mengenai penguatan jaring pengaman sosial berbasis kearifan lokal, buku ber-ISBN, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), serta model revitalisasi Beas Perelek yang dapat diterapkan dan direplikasi di wilayah lain.

Melalui penelitian tersebut, UNISA Kuningan tidak hanya berupaya mempertahankan Beas Perelek sebagai warisan kearifan lokal masyarakat Sunda, tetapi juga mengembangkan potensinya menjadi bagian dari mekanisme solidaritas sosial.

Kearifan lokal tersebut diharapkan mampu menjadi salah satu pendekatan dalam memperkuat perlindungan kelompok rentan sekaligus meningkatkan ketahanan sosial masyarakat desa.

Penelitian ini sekaligus memperkuat peran UNISA Kuningan dalam menghadirkan riset yang dekat dengan kehidupan masyarakat, mengangkat potensi lokal, serta mendorong lahirnya model inovatif yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi pembangunan sosial di tingkat desa. (OM)