Bangun Sekolah Ramah Anak, KKN UNISA Edukasi Siswa SDN Linggasana

Pendidikan90 views

KUNINGAN ONLINE – Upaya mencegah perundungan sejak dini terus dilakukan di lingkungan sekolah. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 5 Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan mengajak siswa SDN Linggasana berani mengambil sikap terhadap bullying melalui edukasi bertema “Berani Baik Itu Hebat”, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi para siswa untuk mengenali bullying, mulai dari pengertian, bentuk-bentuk perundungan, dampak terhadap korban, hingga langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menghadapi tindakan tersebut.

Iklan

Mahasiswa KKN juga mengajak siswa membangun keberanian dalam hal-hal positif. Bukan hanya berani menolak ketika diajak melakukan bullying, tetapi juga berani berkata baik, menghargai perbedaan, membantu teman, menegur pelaku, serta melaporkan tindakan perundungan kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya.

Mewakili Mahasiswa KKN Kelompok 5, M. Abdul Aziz menegaskan bahwa bullying tidak seharusnya dianggap sebagai candaan biasa.

Iklan

“Bullying bukan sekadar bercanda. Sesuatu yang menurut kita lucu belum tentu menyenangkan bagi orang lain,” ujar Aziz.

Menurutnya, keberanian untuk melawan bullying tidak harus diwujudkan melalui kekerasan. Sebaliknya, keberanian dapat ditunjukkan dengan memilih berbuat baik dan membantu teman yang menjadi korban.

“Karena itu, kita harus berani memilih untuk tidak melakukan bullying, berani menegur ketika melihat teman melakukan bullying, dan berani membantu teman yang menjadi korban. Inilah makna dari tema kita, ‘Berani Baik Itu Hebat’,” katanya.

Sementara itu, Kepala SDN Linggasana, Aif Saripudin, S.Pd.I., mengapresiasi edukasi yang diberikan mahasiswa KKN Kelompok 5 UNISA Kuningan.

Menurutnya, pemahaman mengenai bullying penting diberikan sejak usia dini agar siswa mampu membangun hubungan pertemanan yang sehat, saling menghargai, dan saling menyayangi.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Kelompok 5. Edukasi seperti ini sangat penting bagi anak-anak agar mereka memahami bagaimana cara saling menghargai, menyayangi, dan menjaga teman,” ungkap Aif.

Ia berharap pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut tidak berhenti pada saat edukasi berlangsung, tetapi dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

Melalui edukasi Stop Bullying tersebut, KKN Kelompok 5 UNISA Kuningan berharap dapat turut mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, ramah, dan bebas dari perundungan.

Pesan yang disampaikan pun sederhana, namun penting bagi anak-anak: berani baik bukan berarti lemah. Justru, berani menghentikan bullying dan membantu sesama merupakan bentuk keberanian yang sesungguhnya. (OM)