Apresiasi Dua Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo, Toto Tohari : MBG Bukan Sekadar Program Gizi, tetapi Juga Membuka Lapangan Kerja

Politik, Sosial209 views

KUNINGAN ONLINE – Plt. Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Kuningan sekaligus Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Kuningan, Toto Tohari, menyampaikan apresiasinya terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam menjalankan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Menurut Toto, sejumlah program pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), serta penguatan sektor pendidikan, merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Iklan

Ia menilai, berbagai program tersebut perlu dikawal dan dievaluasi secara berkelanjutan agar pelaksanaannya semakin tepat sasaran.

“Alhamdulillah, kami merasa bangga sebagai kader Gerindra di daerah atas kepemimpinan Bapak Prabowo Subianto. Beliau juga membuka ruang bagi daerah untuk menyampaikan masukan dan aspirasi, sehingga program yang masih memiliki kekurangan bisa dibenahi,” ujar Toto kepada Kuninganonline.com, Kamis (22/10/2026).

Iklan

Terkait program MBG, Toto menilai program tersebut tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak sekolah, tetapi juga berpotensi membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan perekonomian.

Ia meminta agar berbagai persoalan dalam pelaksanaan MBG diselesaikan melalui dialog dan evaluasi bersama, bukan semata-mata dengan menghentikan operasional dapur penyedia makanan.

Menurutnya, pemerintah perlu mendengarkan berbagai masukan dari daerah, termasuk mengenai kualitas menu, besaran anggaran, serta kendala distribusi kepada sekolah penerima manfaat.

“Kalau memang ada kekurangan, mari duduk bersama. Kita obrolkan apa masalahnya, apakah dari menu, pengelolaan dapur, atau koordinasi antarlembaga. Dengan begitu, bisa ditemukan solusi terbaik,” katanya.

Toto juga menyoroti perubahan penerima manfaat MBG di sejumlah sekolah. Ia mengaku menerima keluhan orang tua yang mempertanyakan penghentian penyaluran makanan kepada siswa yang sebelumnya telah menerima program tersebut.

Karena itu, ia mendorong adanya penjelasan yang transparan mengenai perubahan sasaran penerima manfaat, termasuk evaluasi pelaksanaan program di lapangan.

Di sektor pendidikan, Toto menegaskan bahwa program MBG tidak semestinya dipertentangkan dengan upaya meningkatkan anggaran pendidikan. Ia menilai berbagai program pembangunan sekolah, pengembangan sekolah unggulan, hingga Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya memperluas akses pendidikan.

Ia juga mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan bantuan kebutuhan sekolah, seperti buku paket, lembar kerja siswa (LKS), dan seragam, sehingga beban biaya yang ditanggung orang tua dapat semakin berkurang.

“Harapan kami, pendidikan benar-benar bisa dinikmati semua kalangan. Anak dari keluarga kurang mampu yang memiliki kemampuan dan kemauan belajar harus tetap punya kesempatan meraih cita-citanya,” ungkapnya.

Toto berharap pemerintah terus membuka ruang komunikasi dengan pemerintah daerah, wakil rakyat, dan masyarakat agar setiap program dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat yang nyata.

Ia menegaskan, sebagai kader partai di daerah, pihaknya berkewajiban ikut mengawal kebijakan pemerintah sekaligus menyampaikan aspirasi masyarakat agar berbagai program pembangunan semakin tepat sasaran. (OM)