KUNINGAN ONLINE- Aksi unjuk rasa dari puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Gedung DPRD Kabupaten Kuningan, diwarnai kericuhan.
Pantauan di lapangan, kericuhan mulanya dipicu aksi pembakaran keranda mayat yang dibawa peserta unjuk rasa. Keranda mayat dibawa sebagai alat peraga protes atas matinya nurani para wakil rakyat dengan berposter wajah Ketua DPRD, Nuzul Rachdy dan nominal uang.
Saat pengunjuk rasa mulai membakar keranda mayat, petugas langsung bergegas untuk melakukan pemadaman. Karena merasa tidak terima untuk dilakukan pemadaman, akhirnya terjadi aksi saling dorong hingga sempat menimbulkan benturan fisik
Hanya saja, kericuhan ini tidak sampai berlangsung lama. Sebab mahasiswa akhirnya dipersilahkan masuk ke gedung dewan oleh Ketua DPRD Nuzul Rachdy untuk memasuki Gedung DPRD Kabupaten Kuningan.

Sekretaris Umum IMM Kuningan, Achmad Irsyad saat ditemui awak media, Kamis (16/12) mengatakan, aksi ini merupakan bentuk protes terhadap kenaikan tunjangan anggota dewan.
“Sebab tunjangan naik saat Kabupaten Kuningan masuk sebagai salah satu daerah dengan kemiskinan ekstrem,” kata Irsyad yang didampingi Ketua PC IMM Kuningan, Younggy.
“Kita fokus menyoroti kenaikan tunjangan, sebab naiknya itu di tengah kemiskinan ekstrem di Kabupaten Kuningan. Kita menilai bahwa ini adalah tindakan yang tidak etis untuk diberlakukan,” tegasnya.
Menurutnya, PP nomor 18 tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Hak Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD tidak serta merta menjadi acuan tunggal atas kenaikan tunjangan. Karena perlu juga mempertimbangkan aspek lain dalam pengambilan kebijakan tersebut.
“Karena tidak menjadi sebuah jaminan, akan berbanding lurus dengan peningkatan kinerja anggota dan pimpinan dewan secara signifikan dan nyata kepada masyarakat,” tuturnya.
Oleh sebab itu, pihaknya meminta, agar tunjangan yang ditingkatkan harus berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, Ia menilai bahwa Kinerja Anggota DPRD ini masih sangat jauh dari ekspetasi publik, perlu direalisasikan melalui program dan produk kebijakan secara nyata tanpa menjual janji manis.
“Kinerja Anggota DPRD ini selama menjabat sekitar 2 sangat jauh dari ekspektasi. Apalagi, saat ini dalam kemiskinan ekstrem dewan malah minta naik gaji,” tandasnya.
Selain itu, Irsyad sangat menyayangkan dengan tindakan oknum aparat yang secara tiba-tiba memukul massa aksi yang ditarik kedalam halaman gedung.
“Kami sangat kecewa, dan mengutuk keras tindakan represif dari oknum aparat terhadap kader kami,” pungkasnya.
Aksi tersebut juga dilanjutkan dengan pembukaan donasi yang uangnya langsung dari beberapa anggota dewan yang hadir, nantinya uang tersebut akan diserahkan kepada masyarakat yang berhak.(OM)








