AHY Dorong Sinergi 10 Daerah Kunci Bersama untuk Percepat Pembangunan

Pemerintahan86 views

JAKARTA, KUNINGAN ONLINE – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong kawasan Kunci Bersama menjadi salah satu kawasan strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal itu disampaikan AHY saat membuka Kunci Bersama Summit 2026 yang digelar di Hotel Merlynn Park, Jakarta, Senin (27/7/2026).

Iklan

Kegiatan yang mengusung tema “Sinergi Lintas Batas Membangun Ekosistem Investasi, Kolaborasi, dan Kemajuan Kawasan Perbatasan Jawa Barat–Jawa Tengah Menuju Indonesia Emas 2045” tersebut mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, investor, serta berbagai pemangku kepentingan.

AHY yang juga merupakan Dewan Penasihat Kunci Bersama menilai kawasan yang berada di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah memiliki posisi strategis dalam pembangunan nasional.

Iklan

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci agar pembangunan kawasan dapat berjalan terintegrasi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kita harus melihat pembangunan daerah dalam gambaran besar pembangunan nasional. Sinergi menjadi kunci agar pembangunan dilakukan secara terintegrasi dan memberikan dampak maksimal bagi masyarakat,” ujar AHY.

Ia menyebut sejumlah agenda pembangunan nasional yang dapat dikolaborasikan di kawasan Kunci Bersama, mulai dari pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan dan air, pengembangan energi bersih, program tiga juta rumah, hingga optimalisasi Bandara Internasional Kertajati sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

AHY berharap Kunci Bersama Summit tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi mampu melahirkan kerja sama konkret yang memperkuat investasi dan konektivitas kawasan.

Kunci Bersama sendiri beranggotakan 10 kabupaten/kota yang berada di wilayah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah, yakni Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Majalengka, Kota Banjar, dan Kabupaten Brebes.

Ketua Sekretariat Kunci Bersama yang juga Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., mengatakan kolaborasi lintas daerah diperlukan karena batas administrasi tidak boleh menjadi penghambat kemajuan.

“Kawasan perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah harus dipandang sebagai halaman depan pembangunan, bukan lagi halaman belakang,” kata Dian.

Ia menyebut kawasan Kunci Bersama memiliki jumlah penduduk hampir 14 juta jiwa dengan potensi besar di berbagai sektor, seperti pertanian modern, agribisnis, kelautan dan perikanan, peternakan, manufaktur, pariwisata, sport tourism, hingga perdagangan karbon.

Dian juga berharap pemerintah pusat dapat menetapkan Kunci Bersama sebagai Desk Investasi Nasional untuk mempercepat pemerataan investasi di kawasan perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menilai Kunci Bersama telah berkembang menjadi forum strategis yang mampu mempertemukan 10 daerah lintas provinsi dengan potensi ekonomi yang besar.

“Kita tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri. Pembangunan hari ini membutuhkan kolaborasi lintas batas administratif, lintas sektor, dan lintas kepentingan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PT BIJB Kertajati, dan Kadin Indonesia.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, Dr. Edy Junaedi, M.Si., mengungkapkan realisasi investasi di 10 kabupaten/kota anggota Kunci Bersama mencapai Rp42,63 triliun sejak Triwulan I 2024 hingga Triwulan II 2026.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kawasan Kunci Bersama memiliki daya tarik investasi yang semakin kuat. Namun, ia mengingatkan pentingnya diversifikasi sektor agar pertumbuhan ekonomi kawasan tidak bergantung pada satu jenis industri.

Kunci Bersama Summit 2026 kemudian ditutup dengan pembacaan dan penandatanganan Deklarasi Kunci Bersama Summit sebagai komitmen bersama memperkuat pembangunan kawasan perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Melalui forum tersebut, Kunci Bersama diharapkan mampu menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi, membuka peluang investasi, sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.Kalau ingin, saya juga bisa buatkan 3 pilihan judul yang lebih “menjual” untuk portal Kuninganonline. (OM)