Beri Rasa Keadilan, Pom Minyak Goreng Indonesia di Launching

KUNINGAN ONLINE – Setelah sukses tahun lalu menyelenggarakan bisnis BBM berupa Pom Mini Pedesaan (Pomdesa) yang diresmikan Wakil Menteri Desa PDTT Republik Indonesia, Holding Company PARAMA ARTHA GROUP melalui salah satu anak perusahaannya yaitu PT. Parama Artha Buwana (Parabu) melaunching produk baru bisnis ritel di bidang perdagangan minyak goreng dalam bentuk Pom Minyak Goreng Indonesia (PomIndo) di Taman Cirendang Kuningan, Minggu (11/12/2022).

Pomondo diperuntukkan bagi warga masyarakat secara terbuka dan merata disetiap desa di seluruh daerah di Indonesia yang garapannya dimulai dari Kabupaten Kuningan Jawa Barat, di Kuningan sendiri pihak PT. Parabu telah memploting sebarannya dengan porsi 1 Desa 1 Outlet.

Iklan

Pola penjualan minyak goreng seperti terbilang baru dan unik sehingga banyak kalangan masyarakat tertarik untuk bergabung menjadi mitra usahanya, PT. Parabu tidak membatasi sektor kemitraanya sehingga cara ini memberikan kesempatan bagi semua warga untuk dapat memiliki usaha baru khusunya dalam penjualan minyak goreng curah rakyat (MCGR) yaitu perorangan, koperasi, bumdes, maupun badan usaha lainnya.

Berdasarkan pantauan media, acara yang digelar di komplek kantor Perumda Aneka Usaha (PDAU) Kuningan itu cukup meriah dan mengudang antusiasme warga sekitar, acara launching yang dimulai pukul 09.00 sampai pukul 11.00 WIB itu tampak dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagperin) Kabupaten Kuningan, Kapolres Kuningan, Camat Kuningan, Lurah Cirendang, Investor Nasional, pihak BUMN PT. Perusahan Perdagangan Indonesia (PPI) Persero, Manajemen penyelenggara PT. Parabu, dan ratusan pelaku UMKM Kuningan.

Iklan

Direktur Utama PT. Parama Artha Buwana (Parabu) Yaya Sumantri, SAP, MAP. menyampaikan dalam bahwa Pom Minyak Goreng ini dihadirkan untuk memberikan rasa keadilan bagi warga dalam mendapatkan hak jatah minyak goreng dan takaran yang akurat, pom minyak gorengnya juga dapat memberikan kemudahan dengan varian harga sesuai selera dan kemampuan masyarakat dalam membeli minyak goreng.

“Karena menggunakan mesin yang dapat disetting sesuai angka pembelian mulai dari 500 rupiah hingga jutaan rupiah, selain dari itu juga pom minyak goreng ini higienis karena menggunakan alat yang Food Grade (perangkat digital tersertifikasi SNI, tandon/tangki kapasitas 1.000 liter special palm oil, dan minyaknya bersumber dari kilang bermerk minyak kita),” ujarnya.

Kang Yaya sapaan akrabnya mengatakan, PomIndo adalah metode baru dalam berbisnis minyak goreng.

“Kami menyebutnya cara modern jualan minyak goreng, dengan suksesnya acara ini saya mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh pihak yang telah mendukung penuh khusunya CEO PT. Bukit Kiara Lestari Jakarta Bapak Suldin Salim selaku investor yang telah menanamkan modalnya di perusahaan kami,” ungkapnya.

“Pihak BUMN PT. PPI (Perusahaan Perdagangan Indonesia) Persero jo PT. Muara Tanjung Group selaku vendor pengadaan minyak goreng kami ini, tentu saja tidak lupa pihak Pemerintah Kabupaten Kuningan,” tambah pengusaha muda yang juga Dewas LPPL itu kepada wartawan.

Kepala Diskopdagperin Kabupaten Kuningan Uu Kusmana bertindak mewakili Bupati diberikan kehormatan meresmikan pembukaan operasional pomindo se-Kab. Kuningan, secara simbolis dengan penabuhan gong dan gunting pita dispenser dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat izin tanda pabrik kepada mitra usaha yang sudah mendaftar menjadi outlet resminya.

Ia menyampaikan, Bupati pihaknya menyambut, mengapresiasi, dan meyakini usaha ini akan berhasil serta berkesinambungan karena pomindo didukung oleh investor nasional yang kuat dan memiliki vendor pengadaan minyak goreng dengan blocking stock quota yang cukup besar untuk pasar nasional.

“Usaha ini sangat menarik dan saya yakin ini maju pesat karena disamping pihak swasta ini berbisnis, kami pihak pemerintah daerah juga terbantu dengan aliran distribusi minyak goreng langsung masuk ke rumah-rumah rakyat,” ujarnya.

Ia menerangkan, khusus di Kuningan sudah meminta kepada (Kang Yaya) selaku Direktur Utama PT. Parabu agar kran kemitraannya dibuka lebar untuk koperasi dan UMKM karena bisa dibayangkan akan berapa banyak usaha mikro yang terbantu dalam menjalankan proses produksinya.

“Terutama pelaku usaha kuliner dan makanan khas, pom minyak goreng ini juga bisa jadi solusi saat terjadi kelangkaan seperti beberapa waktu lalu,” papar Uu didampingi Dahroji Kanit Tipiter Polres Kuningan. (OM)