PAPUA, KUNINGAN ONLINE – Salah seorang guru MTsN 1 Luragung, Kuningan, yaitu Dewi Atya berhasil mencapai emas di cabang olahraga Gulat di PON Papua XX tahun 2021.
“Alhamdulillah Pak, saya meriah emas di Cabor Gulat untuk kelas 56 Kilogram,” ujar Dewi saat dihubungi ponselnya tadi, Minggu (10/10/2021). Merupakan kali kedua setelah mengikuti ajang sama di PON Bandung pada tahun 2016 lalu.
“Iya, senang banget bisa mempertahankan prestasi. Ini merupakan keberhasilan sama pada kelas gulat di PON Bandung pada tahun 2016 lalu, ikut lomba 60 Kilogram,” kata Dewi lagi, yang juga atlit di bawah pimpinan KONI Kita Cirebon.
Dewi yang masih di Papua, upaya keberhasilan dalam merebut medali emas ini, setelah sebelumnya sejumlah nomor atlit dari Kalimantan Timur, Jawa Timur, Sumatera Barat dan Atlit Gulat dari Papua sendiri.
“Ya dengan mengalahkan atlit disebut tadi, karena mereka masuk usai melakukan lomba pra PON sebelumnya. Jadi hanya daerah tadi yang ikut dan sementara daerah lainnya kalah di pra PON sebelumnya,” ujar Dewi yang juga PNS mengajar di Bidang Olahraga ini.
Teknik dalam meraih kemenangan tadi, kata Dewi mengklaim menggunakan semua teknis dalam lomba Gulat tersebut. Seperti kuncian, bantingan dan gulungan.
“Jadi begini, lomba Gulat. Kita main 3 menit x dua babak dan istirahat 30 detik. Dari lomba tadi, teknik kemenangan yang digunakan hampir semuanya. Seperti kuncian, gulungan dan bantingan,” kata Dewi.
Dewi menambahkan untuk perlombaan gulat ini ada dua gaya yang dilakukan. Seperti gaya bebas dan gaya gregeoraman.
“Ya untuk kategori pria itu ada gaya gregeoraman. Kemudian sebagai harapan, semoga Atlit Gulat ini banyak di minati oleh generasi penerus, sebab untuk porsi Atlit Gulat memang masih sedikit dan ini bisa baik bagi penerus,” kata guru yang juga ikut CPNS 2018 lalu. (OM)
Dewi menambahkan untuk perlombaan gulat ini ada dua gaya yang dilakukan. Seperti gaya bebas dan gaya gregeoraman. “Ya untuk kategori pria itu ada gaya gregeoraman. Kemudian sebagai harapan, semoga Atlit Gulat ini banyak di minati oleh generasi penerus, sebab untuk porsi Atlit Gulat memang masih sedikit dan ini bisa baik bagi penerus,” kata guru yang juga ikut CPNS 2018 l





