Meski Sempat Cedera Tresna Puspita Raih Emas Bagi Jabar, Bupati Apresiasi

Olahraga1,097 views

KUNINGAN ONLINE – Atlet Lontar Martil Tresna Puspita asal Kabupaten Kuningan berhasil tempati posisi pertama dengan lontaran sejauh 50.73 meter, di Mimika Sport Complex, Provinsi Papua.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Kuningan Acep Purnama mengalungkan medali Emas kepada Tresna Puspita yang ikut berlaga mewakili Provinsi Jawa Barat dalam ajang Kompetisi Pekan Olahraga Nasional (PON). Jawa Barat kembali menambah peraihan medali emas di PON XX Papua yang saat ini sudah mendapatkan 52 total emas.

Iklan

Menurut, Bupati Kuningan Acep Purnama saat memberikan dukungan langsung kepada atlet yang bertanding di PON XX Papua. Ia mengatakan, para atlet mampu mempersembahkan prestasi yang bisa mengharumkan nama Jawa Barat Khususnya Kabupaten Kuningan.

“Selain datang untuk memberi dukungan langsung kepada atlet, sekaligus juga untuk memantau dan memberi motivasi kepada atlet yang berlaga di PON Papua,” tutur Acep.

Iklan

Pihaknya berharap, kedatangannya dapat membakar semangat atlet saat bertanding. Sehingga, putra putri terbaik Kuningan yang terpilih mampu mempersembahkan prestasi yang membanggakan.

“Semoga para atlet kita mampu menunjukkan prestasinya, sekaligus mengharumkan nama Jawa Barat dan ke depannya bisa mewakili Indonesia,” harapannya.

“Saya atas nama Pemerintahan Kabupaten Kuningan turut mengapresiasi, dan selamat kepada Tresna Puspita yang sudah meraih medali emas pada cabang olahraga Lempar Martil pada ajang PON XX Papua tahun 2021,” sambungnya.

Tresna mengatakan sebetulnya bisa untuk memecahkan rekor nasional namun akibat cedera yang masih di derita, performa nya belum maksimal.

“Kalau untuk target sendiri sih belum puas, karena target aku sendiri itu pecah rekor Nasional,” ujarnya saat diwawancarai di Mimika Sport Complex.

Meski setelah mengalami perawatan pasca cedera selama dua bulan, Tresna Puspita berhasil meraih medali emas pertamanya yang dirinya mengaku dipersembahkan untuk orang tua, masyarakat Jawa Barat dan juga buat pelatih.

“Dua bulan sebelum PON XX ini memang cedera pinggang. Sama pelatih pun harus penyesuaian, jadi kita mempertahankan saja dulu, tetap berusaha gimana caranya dapat medali di PON ini,” katanya.

Ia menerangkan, bahwa pada PON 2016 lalu dirinya sempat turut serta, akan tetapi hanya mampu memperoleh medali perak dengan torehan 48.88 meter, kalah dari atlet DKI Jakarta atas nama Rose Herlinda Inggriana dengan torehan 51.20 meter yang juga menjadi pemegang rekor nasional pada 15 Desember 2009 dengan lontaran sejauh 54.12 meter.

Meskipun belum bisa memecahkan rekor, namun menurutnya lontaran tersebut adalah capaian terbaiknya.

“Sebenarnya terbaik aku 48, tapi pernah juga sampai 52, dan sekarang ini 50.73 meter juga terbaik aku,” ungkapnya.

Untuk target ke depan, kata Tresna, tetap pada yang terbaik untuk prestasinya dan semakin menjadi lebih baik lagi. (OM)