Empat Jam Menegangkan di Cigugur, Korban Akhirnya Berhasil Dievakuasi dan Kini Dapat Pendampingan Psikologis

Hukum, Kriminal, Sosial246 views

KUNINGAN ONLINE — Upaya penyelamatan dramatis dilakukan petugas gabungan di Kelurahan Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Senin (8/6/2026). LD (45) seorang ibu rumah tangga yang diduga mengalami tekanan psikologis berhasil dievakuasi setelah sempat mengancam menyakiti dirinya dengan senjata tajam.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Mayasih, RT 36 RW 09, Kelurahan Cigugur. Kejadian pertama kali dilaporkan oleh suami korban bersama warga sekitar melalui layanan darurat Call Center 110 dan UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan.

Iklan

Warga yang berada di lokasi mengaku khawatir setelah melihat korban menangis histeris sambil memegang sebilah pisau. Menyikapi laporan tersebut, petugas dari Polsek Cigugur, Polres Kuningan, serta Regu 1 UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan langsung menuju lokasi dan tiba sekitar lima menit setelah laporan diterima.

Kapolsek Cigugur, AKP Kuswa, mengatakan proses penanganan berlangsung cukup menegangkan karena korban berada dalam kondisi emosional yang tidak stabil dan menolak didekati petugas.

Iklan

“Karena kami melihat ini berkaitan dengan kondisi psikologis seseorang, setelah berdialog dengan warga dan suaminya, kami langsung berkoordinasi dengan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Kuningan untuk membantu proses penanganan,” ujarnya.

Negosiasi dan pendekatan persuasif dilakukan selama beberapa jam. Berdasarkan informasi dari UPTD PPA, korban telah menunjukkan perilaku yang mengkhawatirkan sejak sekitar pukul 12.00 WIB. Tim gabungan yang terdiri dari Polres Kuningan, Polsek Cigugur, UPTD PPA, Satpol PP, dan Damkar terus melakukan upaya pendekatan agar korban bersedia menyerahkan senjata tajam yang dipegangnya.

Setelah penanganan yang berlangsung hingga sore hari, petugas akhirnya berhasil membujuk korban untuk menyerahkan pisau tersebut. Pada pukul 16.20 WIB, situasi berhasil dikendalikan sepenuhnya tanpa menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.

Menurut AKP Kuswa, peristiwa tersebut diduga dipicu oleh permasalahan internal keluarga. Saat kejadian, pihak keluarga diketahui tengah melakukan musyawarah. Korban sendiri merupakan warga Desa Cisantana yang saat itu berada di kediaman keluarga suaminya di Cigugur.

Terpisah Kasubag Tata Usaha UPTD PPA Kabupaten Kuningan, Euis Nurmala, bersama petugas UPTD PPA Alisha dan Indah menjelaskan bahwa korban saat ini telah dibawa ke Rumah Perlindungan Sementara UPTD PPA Kabupaten Kuningan untuk mendapatkan pendampingan psikologis dan pemeriksaan lebih lanjut.

“Korban saat ini berada di Rumah Perlindungan Sementara UPTD PPA Kabupaten Kuningan. Kondisinya mulai terkendali dan sudah dapat berkomunikasi dengan baik,” ungkapnya.

Pihak kepolisian mengapresiasi respons cepat keluarga, warga, dan seluruh petugas gabungan yang terlibat dalam proses penyelamatan. Masyarakat juga diimbau untuk lebih peka terhadap kondisi orang-orang di sekitarnya dan segera mencari bantuan apabila menemukan seseorang yang menunjukkan tanda-tanda tekanan psikologis berat.

Penanganan cepat dan kolaborasi lintas instansi tersebut menjadi kunci keberhasilan penyelamatan, sekaligus menunjukkan pentingnya dukungan keluarga dan layanan pendampingan psikologis dalam menghadapi situasi krisis. (OM)