Kalimanggis Hanya 14 Kasus Stunting, Bunda PAUD Kuningan Ela Minta Upaya Pencegahan Terus Diperkuat

Pendidikan, Sosial156 views

KUNINGAN ONLINE – Bunda PAUD Kabupaten Kuningan, Ela Helayati, menegaskan pentingnya perhatian terhadap masa emas (golden age) anak sekaligus upaya pencegahan stunting saat melakukan kunjungan pembinaan ke Kelompok Bermain (Kober) Attaqwa, Desa Wanasaraya, Kecamatan Kalimanggis, Selasa (2/6/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari program Bina Wilayah Tim Penggerak PKK Kabupaten Kuningan yang bertujuan memperkuat implementasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Holistik Integratif serta meningkatkan peran keluarga dan masyarakat dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Iklan

Dalam arahannya, Ela Helayati menyampaikan bahwa pendidikan anak usia dini memiliki peran strategis dalam membentuk kualitas sumber daya manusia di masa depan. Terlebih, pemerintah saat ini telah menetapkan program wajib belajar 13 tahun yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah.

“Usia PAUD merupakan masa golden age atau masa emas perkembangan anak yang tidak akan terulang kembali. Pada masa ini perkembangan otak berlangsung sangat cepat sehingga membutuhkan stimulasi yang tepat melalui pendidikan, pengasuhan, kesehatan, dan perlindungan yang optimal,” ujarnya didampingi Kasi Sarpas PAUD dan Dikmas Disdikbud Kabupaten Kuningan, Eris Rismayana.

Iklan

Menurut Ela, konsep PAUD Holistik Integratif tidak hanya berfokus pada proses belajar mengajar semata, tetapi juga mencakup pemenuhan kebutuhan dasar anak, mulai dari kesehatan, gizi, pengasuhan hingga perlindungan anak.

Dengan pendekatan tersebut, anak-anak diharapkan mampu tumbuh dan berkembang secara optimal, baik dari sisi fisik, mental, maupun sosial.

Selain menyoroti pendidikan anak, Ela juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan keluarga dan tumbuh kembang anak.

Ia mengajak masyarakat untuk membangun kebiasaan hidup bersih melalui pengelolaan sampah yang baik, mulai dari memilah sampah rumah tangga hingga tidak membuang sampah sembarangan.

Pada kesempatan itu, Ela turut menyoroti persoalan stunting yang hingga kini masih menjadi perhatian serius pemerintah. Menurutnya, stunting bukan hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan otak dan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.

“Penanganan stunting harus dimulai dari keluarga dan lingkungan desa. Peran kader PKK sangat penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai gizi seimbang, pemeriksaan kehamilan secara rutin, pemberian ASI eksklusif, pemantauan tumbuh kembang anak melalui Posyandu, serta menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi,” katanya.

Ela juga mendorong seluruh kader PKK untuk terus mengaktifkan Posyandu dan mendukung berbagai program pemberdayaan keluarga sebagai upaya menciptakan generasi Kabupaten Kuningan yang sehat dan unggul.

Sementara itu, Camat Kalimanggis, Neni Betty Rosalinda Watty, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan Bina Wilayah yang digelar Tim Penggerak PKK Kabupaten Kuningan di wilayahnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kader PKK, serta berbagai elemen masyarakat dalam meningkatkan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kuningan beserta jajaran. Kegiatan ini menjadi sarana pembinaan sekaligus evaluasi agar program-program PKK di tingkat kecamatan dan desa dapat berjalan lebih optimal,” ujar Betty sapaannya.

Terkait penanganan stunting, Neni mengungkapkan bahwa Kecamatan Kalimanggis saat ini mencatat 14 kasus stunting, menjadikannya salah satu wilayah dengan angka stunting terendah di Kabupaten Kuningan.

“Alhamdulillah, angka stunting di Kecamatan Kalimanggis hanya 14 kasus. Kami terus melakukan pendampingan bersama pihak Puskesmas dengan turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi anak-anak yang terindikasi stunting,” katanya.

Ia berharap melalui kolaborasi seluruh pihak, baik pemerintah, tenaga kesehatan, kader PKK maupun masyarakat, Kecamatan Kalimanggis dapat mewujudkan target zero stunting pada masa mendatang.

Kegiatan Bina Wilayah tersebut berlangsung lancar dan dihadiri jajaran Tim Penggerak PKK Kabupaten Kuningan, pengurus PKK Kecamatan Kalimanggis, pemerintah desa, kader Posyandu, serta masyarakat Desa Wanasaraya. (OM)