KUNINGAN ONLINE — Tatiek Ratna Mustika, S.Sos., MT resmi menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kuningan setelah dilaksanakannya serah terima jabatan (sertijab) di ruang rapat Dinsos, Selasa (5/5/2026).
Ia menggantikan pejabat sebelumnya dan langsung menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi serta melanjutkan program-program strategis yang telah berjalan.
Dalam sambutannya, Tatiek menyampaikan bahwa jabatan yang diembannya merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia menekankan pentingnya kerja tim dan komunikasi yang solid dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Ini bukan hadiah, tapi tanggung jawab besar. Saya tidak ingin berjalan sendiri, tapi berdampingan sebagai tim, sebagai keluarga,” ujarnya.
Tatiek juga menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan bagian dari estafet yang harus dijaga keberlanjutannya. Ia berkomitmen untuk melanjutkan program yang sudah dirintis, sekaligus melakukan penyempurnaan ke depan.
“Bukan sekadar pergantian posisi, tapi keberlanjutan yang harus kita lanjutkan dan sempurnakan bersama,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Tatiek turut menyampaikan apresiasi kepada pejabat sebelumnya, Dudi Nurzaman Syah, yang telah memasuki masa purnabakti. Ia berharap kontribusi yang telah diberikan dapat menjadi catatan kebaikan dan terus berlanjut dalam bentuk pengabdian di tengah masyarakat.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial sebelumnya, Uu Kusmana, menegaskan bahwa Dinsos memiliki peran strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat, khususnya dalam penanganan kemiskinan.
“Dinsos ini etalase pelayanan publik. Sangat sensitif karena langsung menyangkut masyarakat dan persoalan kemiskinan,” ungkapnya.
Selama menjabat sekitar tiga bulan, Uu mengaku telah memetakan sejumlah persoalan serta program strategis yang perlu dilanjutkan oleh pimpinan baru. Ia menyoroti pentingnya inovasi dan penguatan data agar program bantuan sosial lebih tepat sasaran.
Beberapa program prioritas yang dititipkan antara lain penguatan Gerakan Bersama Sahabat Dhuafa dan Lanjut Usia (Gema Sadulur), optimalisasi peran Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta pengawalan program strategis nasional “Sekolah Raya” yang direncanakan mulai dibangun tahun ini.
Selain itu, Uu juga mengingatkan adanya keterbatasan fiskal daerah, sehingga diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung program sosial.
Ia pun menekankan pentingnya kekompakan dan kedisiplinan seluruh pegawai, baik ASN maupun non-ASN, guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kerja bersama dan bersama-sama bekerja harus menjadi semangat kita. Dinsos harus jadi garda terdepan dalam pelayanan publik, khususnya bagi masyarakat miskin,” tegasnya.
Dengan kepemimpinan baru ini, Dinas Sosial Kabupaten Kuningan diharapkan mampu menghadirkan inovasi, memperkuat sinergi lintas sektor, serta meningkatkan efektivitas program dalam upaya menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (OM)





