Capaian Masih Rendah, Dinkes Kuningan Percepat Skrining Kesehatan Gratis Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

Kesehatan391 views

KUNINGAN ONLINE — Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan mempercepat pelaksanaan program skrining kesehatan gratis dengan menggandeng berbagai pihak lintas sektor. Upaya ini dilakukan untuk mengejar ketertinggalan capaian yang hingga akhir Maret 2026 masih berada di angka 3 hingga 4 persen.

Percepatan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Aula BJB Kuningan, Selasa (31/3/2026), melibatkan unsur pendidikan, keagamaan, perguruan tinggi, hingga organisasi kemasyarakatan.

Iklan

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kuningan, dr. H. Agah Nugraha, MKM, menegaskan bahwa program skrining kesehatan gratis merupakan agenda nasional yang harus didorong secara masif di daerah.

“Capaian kita masih rendah, sementara target yang ditetapkan cukup besar. Karena itu, perlu keterlibatan semua pihak agar sasaran bisa tercapai lebih cepat,” ujarnya.

Iklan

Program ini mencakup seluruh kelompok usia, mulai dari bayi baru lahir, balita, anak prasekolah, usia sekolah, remaja, hingga dewasa dan lanjut usia. Setiap kelompok memiliki jenis pemeriksaan yang berbeda sesuai kebutuhan deteksi dini.

Dalam upaya percepatan, Dinkes menggandeng Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama untuk menjangkau pelajar. Sekolah-sekolah diharapkan menjadi pintu masuk pelaksanaan pemeriksaan kesehatan bagi anak dan remaja melalui koordinasi dengan puskesmas.

Tak hanya itu, kalangan perguruan tinggi seperti Unisa, Unipi, UPI, dan UMK juga dilibatkan untuk membantu menjangkau kelompok usia dewasa, khususnya mahasiswa.

Sementara itu, Tim Penggerak PKK didorong berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama perempuan, agar lebih sadar pentingnya pemeriksaan kesehatan seperti IVA dan SADANIS.

“PKK punya jaringan sampai tingkat bawah, sehingga sangat strategis dalam mengedukasi dan menghadirkan masyarakat untuk ikut skrining,” kata Agah.

Selain kolaborasi lintas sektor, Dinkes juga menyiapkan langkah penguatan dari sisi kebijakan, termasuk melalui penerbitan surat edaran guna mendorong partisipasi masyarakat secara lebih luas.

Secara keseluruhan, target skrining kesehatan di Jawa Barat mencapai 46 persen dari total sekitar 51 juta penduduk. Target tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi daerah, termasuk Kabupaten Kuningan yang saat ini masih dalam tahap percepatan.

Meski demikian, pelaksanaan program sebenarnya telah berjalan, terutama untuk bayi baru lahir usia dua hari melalui pemeriksaan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) dan deteksi dini penyakit bawaan lainnya.

Ke depan, Dinkes Kuningan akan memperluas jangkauan skrining ke kelompok usia sekolah seiring dengan penguatan kerja sama dengan sektor pendidikan.

Dengan strategi kolaborasi ini, Dinas Kesehatan optimistis target skrining kesehatan dapat tercapai sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit. (OM)