Waspada! Diskominfo Kuningan Ingatkan Maraknya Penipuan Modus Percepatan Haji

Sosial, Teknologi200 views

KUNINGAN ONLINE — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kuningan secara resmi mengeluarkan peringatan kepada masyarakat, khususnya calon jemaah haji, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya praktik penipuan yang mengatasnamakan layanan haji dan instansi pemerintah.

Kepala Diskominfo Kuningan, Dr. H. Ucu Suryana, M.Si, menyampaikan bahwa imbauan ini muncul menyusul adanya informasi dari Kantor Kementerian terkait meningkatnya kasus penipuan dengan sasaran calon jemaah haji.

Iklan

Menurutnya, para pelaku memanfaatkan keinginan masyarakat untuk segera berangkat ke Tanah Suci dengan menawarkan “jalan pintas”, seperti percepatan keberangkatan atau pemangkasan antrean haji. Dalam aksinya, pelaku kerap menyaru sebagai petugas resmi dari Kementerian Agama maupun pihak berwenang lainnya.

“Modus ini sangat merugikan dan berbahaya karena menyasar data pribadi sekaligus finansial masyarakat,” ujar Ucu dalam keterangan tertulis, Kamis (16/4/2026).

Iklan

Modus Penipuan yang Perlu Diwaspadai

Diskominfo Kuningan mengidentifikasi sejumlah pola yang sering digunakan pelaku, di antaranya:

Mengaku sebagai petugas resmi Kementerian Agama atau pengurus haji

Menawarkan percepatan keberangkatan tanpa prosedur resmi

Meminta data pribadi dan dokumen penting

Mengklaim bisa membantu pembuatan atau pemberian barcode Identitas Kependudukan Digital (IKD)

Menghubungi korban melalui telepon atau WhatsApp dengan tautan/aplikasi mencurigakan

Pelaku biasanya memanfaatkan teknologi digital untuk meyakinkan korban, termasuk mengirimkan link yang berpotensi mencuri data pribadi atau mengakses perangkat korban.

Tegaskan Kanal Resmi

Diskominfo menegaskan bahwa seluruh instansi pemerintah, termasuk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), tidak pernah meminta data pribadi melalui WhatsApp atau saluran tidak resmi. Masyarakat juga diminta untuk tidak sembarangan mengunduh aplikasi dari tautan yang tidak jelas sumbernya.

“Jika membutuhkan informasi, pastikan mengakses kanal resmi atau datang langsung ke instansi terkait. Jangan mudah percaya pada pihak yang mengaku bisa mempercepat proses di luar prosedur,” tegas Ucu.

Imbauan untuk Masyarakat

Pemerintah Kabupaten Kuningan mengajak masyarakat untuk lebih kritis dan waspada, serta segera melaporkan jika menemukan indikasi penipuan serupa.

Dengan meningkatnya literasi digital dan kewaspadaan bersama, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari kerugian finansial maupun kebocoran data pribadi akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab. (OM)