Warga Dusun Wana Asih Desa Cibereum Keluhkan Bau Menyengat dari Bendungan Kuningan, Rokhmat Ardiyan Bakal Tinjau Lokasi

Politik, Sosial1,568 views

KUNINGAN ONLINE – Warga Dusun Wana Asih, Desa Randusari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, mengeluhkan bau menyengat yang bersumber dari aliran Bendungan Kuningan—sebuah mega proyek nasional senilai Rp513 miliar.

Bau tak sedap itu berasal dari air bendungan yang mengalir ke Sungai Cikaro melalui pintu irigasi, dan telah berlangsung hampir dua tahun tanpa penanganan.

Iklan

Sedikitnya 135 Kepala Keluarga (KK) di empat Rukun Tetangga (RT) terdampak langsung, dan harus hidup berdampingan dengan aroma menyengat yang mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga.

“Sampai hari ini, detik ini, tidak pernah ada penanganan dari pihak manapun. Penderitaan kami diabaikan, terutama oleh pemerintah. Mungkin mereka senang kalau warga di sini semua sakit karena bau menyengat air bendungan,” keluh Ketua RT 03, Ciko, saat ditemui pada Sabtu (2/8/2025).

Iklan

Keluhan warga bukan tanpa alasan. Mereka mengaku mengalami berbagai gangguan kesehatan seperti sesak napas, mual, sakit tenggorokan, mata memerah, hingga pusing berat. Bahkan, menurut Ciko, ada warga yang diduga mengalami stroke akibat kondisi lingkungan yang memburuk.

“Sudah banyak yang bolak-balik ke puskesmas. Ini bukan sekadar tidak nyaman, tapi sudah bahaya,” tegasnya.

Dalam kondisi yang semakin mendesak ini, warga menyerukan agar pemerintah—baik daerah maupun pusat—turun langsung ke lapangan untuk meninjau dan segera mengambil tindakan. Mereka merasa keberadaan Bendungan Kuningan justru menambah penderitaan, bukan membawa manfaat sebagaimana yang dijanjikan dalam awal pembangunan.

Seruan tersebut disampaikan warga saat menerima kunjungan Tim Utusan Anggota DPR RI Dapil Jabar X, H. Rokhmat Ardiyan, yang duduk di Komisi XII DPR RI, membidangi energi, sumber daya mineral, serta lingkungan hidup.

“Tinjau langsung ke lapangan, tolong,” pinta Ciko, diamini oleh puluhan warga yang hadir.

Iklan

Menanggapi keluhan tersebut, H. Rokhmat Ardiyan menyatakan keprihatinannya. Ia akan segera turun ke lokasi untuk melihat langsung kondisi yang dialami warga, sekaligus melakukan koordinasi dengan instansi-instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut.

“Saya sangat prihatin ya dengan kondisi ini. Keluhan masyarakat tentang bau yang menyengat dan suara bising itu serius. Saya akan meninjau langsung ke lokasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait, karena ada satu dusun yang memang harus saya tengok,” ujar Rokhmat saat dimintai tanggapan secara terpisah. (OM)