Tugu Angklung Diresmikan, Kuningan Tegaskan Jati Diri sebagai Pusat Angklung Diatonis

Budaya, Wisata820 views

KUNINGAN ONLINE – Pemerintah Kabupaten Kuningan terus memperkuat identitas budaya daerah melalui peresmian Tugu Angklung di Jalan Cipari–Cisantana, Kecamatan Cigugur, Rabu (18/3/2026).

Peresmian yang dipimpin langsung Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menjadi langkah strategis dalam menegaskan posisi Kabupaten Kuningan sebagai daerah yang memiliki kontribusi penting dalam perkembangan angklung diatonis yang kini telah dikenal hingga tingkat internasional.

Iklan

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kuningan, Sekretaris Daerah, jajaran Kepala OPD, Forkopimda, para camat, Ketua TP PKK, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), pimpinan BUMD, serta berbagai unsur masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Dian menyampaikan bahwa peresmian Tugu Angklung bukan sekadar pembangunan simbol fisik, melainkan bentuk penghormatan terhadap sejarah panjang dan perjuangan para tokoh budaya dalam mengembangkan angklung sebagai warisan budaya bangsa.

Iklan

“Hari ini merupakan momentum yang sangat bersejarah dan membanggakan bagi masyarakat Kabupaten Kuningan. Tugu Angklung ini menjadi penegasan bahwa daerah kita memiliki peran penting sebagai tanah lahirnya angklung diatonis yang telah mendunia,” ujarnya.

Ia menegaskan, angklung kini tidak hanya dipandang sebagai alat musik tradisional, tetapi telah berkembang menjadi media komunikasi budaya yang bersifat universal dan mampu menjangkau berbagai kalangan lintas negara.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengulas peran tokoh budaya Kuningan, yakni Pak Kucit bersama muridnya Daeng Sutigna, yang berjasa mengembangkan angklung dari tangga nada pentatonis menjadi diatonis. Inovasi tersebut menjadi tonggak penting hingga angklung dapat diterima secara luas di dunia internasional.

“Kalimat ‘Dari Kuningan Menyapa Dunia’ yang akan terukir pada prasasti bukan sekadar slogan, melainkan refleksi kontribusi nyata daerah ini dalam memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia global,” tegasnya.

Selain nilai seni dan budaya, Bupati juga menyoroti nilai historis angklung dalam perjalanan bangsa, termasuk keterkaitannya dengan momentum penting seperti Perundingan Linggarjati yang memperlihatkan peran budaya dalam memperkuat identitas nasional.

Peresmian Tugu Angklung ini juga menjadi simbol penguatan nilai toleransi di Kecamatan Cigugur yang dikenal sebagai wilayah dengan keberagaman budaya dan keharmonisan sosial yang terjaga.

Kegiatan berlangsung khidmat dan meriah, ditandai dengan penandatanganan prasasti serta penampilan seni budaya dari DNR dan Diwangkara yang menambah semarak suasana.

Melalui peresmian ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap Tugu Angklung dapat menjadi ikon baru daerah sekaligus sarana edukasi dan destinasi budaya yang mampu menarik minat masyarakat luas serta memperkuat kebanggaan terhadap warisan budaya lokal.

Ke depan, keberadaan Tugu Angklung diharapkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga menjadi penggerak dalam pelestarian dan pengembangan seni budaya, khususnya angklung, agar tetap lestari di tengah arus globalisasi. (OM)