KUNINGAN ONLINE – Direktur Jamparing Research, Topic Offirstson memaparkan hasil survei satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kuningan periode Dian–Tuti yang digelar pada 8–12 Februari 2026.
“Survei ini dilaksanakan di 32 kecamatan dengan melibatkan 1.200 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode multistage random sampling. Margin of error sebesar ±2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).
Ia menjelaskan, pengambilan sampel dilakukan secara bertingkat mulai dari desa/kelurahan, dusun/blok, RT/RW, hingga keluarga.
“Wawancara dilakukan secara tatap muka menggunakan kuesioner oleh 100 surveyor yang tersebar di 32 kecamatan, dengan pengawasan dan validasi berlapis hingga tahap call back,” jelasnya.
Topic menyebutkan, berdasarkan jenis kelamin, responden didominasi laki-laki.
“Sebanyak 66,33 persen responden adalah laki-laki dan 33,67 persen perempuan. Meski tidak seimbang, pandangan yang masuk tetap merepresentasikan kedua kelompok gender,” katanya.
Dari sisi usia, mayoritas berasal dari kelompok usia produktif.
“Kelompok usia 40–55 tahun atau Gen X mendominasi sebesar 38,67 persen, disusul usia 24–39 tahun atau Gen Y sebesar 27,17 persen, dan 56–74 tahun sebesar 21,83 persen. Sementara usia 16–23 tahun 11,50 persen dan 75 tahun ke atas 0,83 persen,” paparnya.
Untuk tingkat pendidikan, mayoritas responden merupakan lulusan menengah hingga tinggi.
“Sebanyak 37,67 persen berpendidikan SMA/SMK/MA, 26,83 persen S1, 17,50 persen SD/MI, 14,67 persen SMP/MTs, 2,50 persen pascasarjana, dan 0,83 persen tidak tamat SD,” ungkapnya.
Terkait penilaian kinerja Bupati selama satu tahun menjabat, Topic menyebut hasilnya sangat positif.
“Sebanyak 88,84 persen responden memberikan nilai positif antara 6 sampai 10 terhadap kinerja Bupati. Nilai 8 menjadi yang paling banyak dipilih, yakni 35,33 persen, disusul nilai 7 sebesar 28,17 persen,” katanya.
Sementara untuk Wakil Bupati, hasilnya juga menunjukkan mayoritas penilaian positif.
“Sebanyak 84,49 persen responden memberikan nilai 6 sampai 10 terhadap kinerja Wakil Bupati. Nilai 7 dipilih 32 persen dan nilai 8 sebesar 29,33 persen,” jelasnya.
Menurutnya, angka tersebut menunjukkan persepsi masyarakat yang cenderung menilai kinerja pemerintahan dalam kategori cukup baik hingga sangat baik.
“Mayoritas masyarakat memberikan penilaian pada kategori menengah hingga tinggi. Ini mengindikasikan bahwa secara umum kinerja Bupati dan Wakil Bupati dinilai cukup baik bahkan sangat baik,” pungkasnya. (OM)





