Soal Kelangkaan Pupuk, Kepala Diskatan Harap Gunakan Pupuk Organik

Pemerintahan, Sosial3,817 views

KUNINGAN ONLINE – Permasalahan pupuk menjadi keluhan para petani di berbagai wilayah, hal ini ditanggapi oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah saat ditemui diruang kerjanya, Senin (30/10/2023).

Wahyu menjelaskan bahwa kelangkaan pupuk diharapkan semua kelompok bisa mendata terkait nanti misalkan jadwal tanam. Selain itu, ada Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Iklan

“Adanya RDK dan RDKK bisa mengakomodir petani-petani yang belum masuk kelompok tani agar bisa diketahui jumlah pupuk yang dibutuhkan oleh seluruh petani sehingga dalam rangka pemenuhan pupuk dapat terpenuhi,” jelasnya.

Dirinya mendorong, agar masyarakat bisa menggunakan pupuk organik. Misalnya, menggunakan gunakan limbah rumah tangga, kotoran hewan dan lain-lain yang bisa digunakan untuk menjadi pupuk organik dan untuk memberikan nutrisi.

Iklan

“Kita harus kembali ke alam. Sehingga kita tidak tergantung dengan pupuk anorganik atau pupuk kimiawi. Harapannya itu, konsepnya kami akan mendorong agar setiap kelompok di setiap Kecamatan memiliki kelompok tani yang yang membudidayakan padi organik atau pupuk organik,” imbuhnya.

Ia berharap, semua kelompok sudah berpindah dari petani dengan pupuk dan insektisida kimiawi kembali ke petani organik.

“Karena kita harus kembali ke alam, agar tanahnya dan kondisi kandungan pencemaran. Walaupun memang tidak sosialisasi untuk berubah ke tadinya pola budidaya lama dengan pupuk dan insektisida ya itu dirubah menjadi pertanyaan organik mungkin di awal-awal akan tetap,” ungkapnya.

“Kemudian saat ini sudah ada demplot-demplot yang satuannya satu hektar itu hanya memproduksi 4,5 paling tinggi 6 ton per hektar. Demplot itu sudah bisa meningkat 7 sampai 8 ton per hektar dan kita mendorong kelompok-kelompok petani yang sudah beralih ke organik untuk sertifikasi,” sambungnya.

Sebab, kata Wahyu disitulah jaminannya dan untuk organik akan apa harga padi organik atau beras organik akan lebih tinggi daripada beras biasa yang kualitas sedang. (OM)