Semangat Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19

Informasi, Pendidikan2,479 views

KUNINGAN ONLINE – Di tengah pandemi Covid-19 melanda di berbagai negara. Namun, semangat untuk mengembangkan Pendidikan di Indonesia terus digaungkan.

Para dosen di Indonesian dari berbagai perguruan tinggi universitas, tidak pernah patah semangat dalam berjuang memberikan pengetahuan pendidikan dan pelatihan kepada para peserta di berbagai perguruan tinggi maupun peserta dari masyarakat umum.

Iklan

Khususnya, di Kabupaten Kuningan, ini terlihat dari berkembangnya legalitas para dosen dalam mengikuti pelatihan yang di buat oleh AR LEARNING CENTER, dengan mengembangkan pelatihan Certifed Leadership Association Of Learning center, yang di laksanakan meskipun secara online.

“Pelatihan tersebut di ikuti oleh sejumlah Dosen yang berada di masing-masing perguruan Tinggi, dan juga diikuti oleh kalangan umum, dengan adanya pelatihan ini sangat membantu dalam kegiatan melatih jiwa kepempinan seseorang termasuk dosen,” ujar Aditia Nurdiansyah warga millenial angkatan 00, Rabu (8/12/2021).

Iklan

Dia menerangkan, kegiatan pelatihan secara online/virtual ini di mulai tanggal 6 hingga 7 Desember 2021, dengan coach Dr. Dadang Suhardi, sebagai Wadek II FE Uniku dan Dewan Penasehat Forum Guru IPS Seluruh Indonesia (FOGIPSI).

“Pengalaman beliau banyak sekali dalam dunia kepemimpinan salah satunya yaitu ClG – Certified Great Leardershif dan Cmgr Sertified Manager And Coordinator
Dr. Dadang menyampaikan bahwa pentingya jiwa kepempinan yang memiliki kemapuan atau keahlian khusus dalam bidang yang di inginkan oleh kelompok, untuk mencapai tujuan yang tetap,” terangnya.

Menurut salah satu perserta dari dosen STEBI Tanggamus Nungsiati MTi, dengan adanya pelatihan ini bertujuan supaya dosen mempunyai wawasan dan jiwa kepemimpinan yang baik dalam dunia pendidikan terutama dalam lingkungan kampus.

Pelatihan ini juga diikuti oleh Dedi Wahyudi, selaku wakil ketua Satu Bidang Akademik. Dedi Wahyudi juga menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat membantu sekali dalam pembelajaran.

“Dan menjiwai kepemimpinan kita,” pungkasnya. (OM)