KUNINGAN ONLINE – RSUD Linggajati Kabupaten Kuningan terus melakukan pembenahan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat. Salah satu langkah yang ditempuh yakni melalui survei simulasi akreditasi sebagai persiapan menghadapi penilaian akreditasi sesungguhnya yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuningan, Uu. Kusmana, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan survei simulasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mengevaluasi kesiapan rumah sakit, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan dan tata kelola rumah sakit secara berkelanjutan.
Survei simulasi yang berlangsung selama dua hari, Senin hingga Selasa (19–20 Oktober 2026), melibatkan tim surveyor akreditasi, di antaranya dr. Aa Ahmad Nurdin dan dr. Tati Sudiarti. Dalam kegiatan tersebut, tim surveyor memberikan sejumlah catatan, masukan, dan rekomendasi yang dapat dijadikan bahan evaluasi bagi manajemen RSUD Linggajati.
Uu Kusmana menegaskan, berbagai rekomendasi tersebut perlu segera ditindaklanjuti melalui langkah-langkah pembenahan yang konkret. Dengan demikian, persiapan akreditasi tidak hanya berorientasi pada pemenuhan standar penilaian, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, akreditasi merupakan momentum bagi rumah sakit untuk terus memperbaiki sistem pelayanan, memperkuat tata kelola, serta memastikan standar mutu dan keselamatan pasien diterapkan secara konsisten.
“Pemerintah Kabupaten Kuningan, lanjutnya, mendukung berbagai upaya pembenahan yang dilakukan RSUD Linggajati agar rumah sakit tersebut dapat berkembang dan menjalankan fungsinya secara optimal sebagai fasilitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” tutur Uu sapaannya.
Pihaknya menyampaikan posisi strategis RSUD Linggajati yang berada di wilayah utara Kabupaten Kuningan dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Cirebon.
“Letak geografis tersebut dinilai menjadi peluang bagi rumah sakit untuk memperluas jangkauan pelayanan, tidak hanya bagi masyarakat Kuningan, tetapi juga warga dari daerah sekitarnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Uu mengatakan, untuk mengoptimalkan potensi tersebut, pengembangan rumah sakit perlu dibarengi dengan peningkatan sarana dan prasarana, penguatan sumber daya, serta perluasan jejaring pelayanan kesehatan.
Ia menjelaskan, kerjasama dengan puskesmas, rumah sakit lain, maupun pihak swasta dinilai dapat menjadi strategi untuk memperkuat akses dan kualitas layanan.
“Melalui kolaborasi tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau, berkualitas, dan sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Sementara itu, pemenuhan kebutuhan fasilitas penunjang akan terus dikoordinasikan dengan pemerintah daerah, termasuk Bupati Kuningan, agar pengembangan RSUD Linggajati dapat berjalan sesuai kebutuhan dan prioritas pelayanan.
Dengan adanya survei simulasi akreditasi ini, RSUD Linggajati diharapkan mampu mengidentifikasi kekurangan sejak dini dan melakukan perbaikan secara menyeluruh sebelum penilaian resmi dilaksanakan.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen rumah sakit untuk terus meningkatkan mutu layanan, memperkuat keselamatan pasien, serta membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di Kabupaten Kuningan. (OM)









