KUNINGAN ONLINE — Anggota DPRD Kabupaten Kuningan dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Hj. Inayah Hadiatnika, memanfaatkan masa reses sebagai momentum untuk turun langsung ke tengah masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kewajiban anggota legislatif dalam menjalankan tugas menyerap dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut turut hadir Ketua DPC PKB Kabupaten Kuningan, H. Ujang Kosasih, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kuningan.
Kegiatan reses dilaksanakan di tiga desa, yakni Desa Legok, Kecamatan Cidahu, Desa Datar, Kecamatan Cidahu, serta Desa Kertawana, Kecamatan Kalimanggis.
Hj. Inayah Hadiatnika mengatakan, masa reses merupakan kesempatan bagi anggota legislatif untuk mendengar secara langsung berbagai kebutuhan, keluhan, serta harapan masyarakat di daerah pemilihannya.
Menurutnya, turun ke masyarakat bukan hanya sebatas menjalankan agenda kedewanan, tetapi juga merupakan bentuk pengabdian atau khidmat kepada masyarakat.
“Ketika masa reses, itu merupakan kewajiban seorang legislatif untuk berkhidmat menjalankan tugas. Salah satunya menyerap aspirasi masyarakat,” ujar Hj. Inayah, Senin (7/9/2026).
Selain menyerap aspirasi, kegiatan reses juga dimanfaatkan untuk menjalankan amanat partai, khususnya dalam memperkuat komunikasi dan konsolidasi dengan kader PKB di tingkat masyarakat.
Ia menilai, bertemu langsung dengan masyarakat dan kader partai menjadi kebahagiaan tersendiri. Dari pertemuan tersebut, dirinya dapat mengetahui secara lebih dekat persoalan yang dihadapi masyarakat sekaligus membangun komunikasi yang lebih erat.
“Tentunya ada harapan apa yang menjadi kebutuhan atau aspirasi masyarakat bisa terwujud. Namun, tentu harus berdasarkan kemampuan keuangan daerah,” katanya.
Hj. Inayah menegaskan, setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan perhatian dan diperjuangkan melalui mekanisme yang berlaku di lembaga legislatif. Namun, realisasi program tetap harus mempertimbangkan skala prioritas serta kemampuan anggaran pemerintah daerah.
“Yang jelas, kami merasa bahagia dan bersyukur jika bisa ikut membahagiakan masyarakat, sekecil apa pun manfaat yang bisa diberikan,” tuturnya.
Ia berharap komunikasi antara masyarakat dengan wakil rakyat dapat terus terbangun secara terbuka. Dengan demikian, berbagai persoalan di tengah masyarakat dapat diketahui dan dicarikan solusi bersama sesuai kewenangan serta kemampuan pemerintah daerah.
Bagi Hj. Inayah, reses menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat, sekaligus sarana untuk memastikan aspirasi dari bawah dapat tersampaikan dalam proses pengambilan kebijakan di DPRD Kabupaten Kuningan.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Kabupaten Kuningan sekaligus Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, H. Ujang Kosasih, menambahkan bahwa kehadiran anggota legislatif di tengah masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga komunikasi dan menyerap kebutuhan warga secara langsung.
Menurut Ujang, aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam kegiatan reses harus menjadi perhatian bersama dan dikawal sesuai mekanisme yang berlaku.
“Reses ini menjadi ruang bagi wakil rakyat untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Apa yang disampaikan tentu akan kita tampung dan kita perjuangkan sesuai kewenangan DPRD serta kemampuan anggaran daerah,” ujar Ujang.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat komunikasi antara kader PKB dengan masyarakat di tingkat bawah. Menurutnya, kader harus mampu hadir dan memberikan manfaat di tengah masyarakat, tidak hanya pada momentum tertentu.
“Kita ingin kader PKB terus hadir dan dekat dengan masyarakat. Konsolidasi ini bukan hanya untuk kepentingan partai, tetapi bagaimana keberadaan PKB bisa memberikan manfaat dan ikut menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat,” katanya.
Ujang berharap aspirasi yang berhasil dihimpun dalam reses tersebut dapat menjadi bahan pembahasan di DPRD Kabupaten Kuningan dan diperjuangkan berdasarkan skala prioritas.
“Tidak semua aspirasi bisa langsung direalisasikan, karena ada keterbatasan anggaran dan mekanisme yang harus dilalui. Tetapi yang terpenting, aspirasi masyarakat tidak boleh berhenti hanya menjadi catatan. Harus kita kawal,” pungkasnya. (OM)






