Reses di Tiga Desa, Toto Tohari Dorong Penguatan Infrastruktur dan Pertanian Organik

Politik, Sosial22 views

KUNINGAN ONLINE – Anggota DPRD Kabupaten Kuningan dari Fraksi Partai Gerindra, H. Toto Tohari, memanfaatkan masa reses untuk menyerap aspirasi sekaligus melihat langsung berbagai kebutuhan masyarakat di wilayah pemilihannya.

Kegiatan reses tersebut dilaksanakan di tiga titik, yakni Desa Tundagan, Longkewang, dan Ciadung. Sejumlah persoalan dan potensi masyarakat menjadi perhatian, mulai dari pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, sektor pertanian hingga bantuan sosial.

Iklan

Toto mengatakan, pembangunan infrastruktur di tingkat desa terus didorong agar memberikan dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.

“Penataan dan perbaikan infrastruktur terus berjalan, baik jalan desa, jalan poros desa, jalan lingkungan maupun jalan usaha tani,” ujar Toto kepada Kuninganonline.com, Selasa (1/9/2026).

Iklan

Selain infrastruktur, Toto juga mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Desa Longkewang yang diarahkan menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian.

Di desa tersebut, masyarakat didorong memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam waluh siam atau labu siam. Hasil produksi nantinya diarahkan untuk masuk ke rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya melalui dapur komunal di wilayah Ciniru.

Menurut Toto, pola tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat ganda. Selain meningkatkan produktivitas lahan pekarangan, hasil pertanian warga juga memiliki kepastian pasar.

“Longkewang kita arahkan menjadi master atau contoh pemberdayaan. Setiap pekarangan warga ditanami waluh siam dan hasilnya kita arahkan untuk diserap oleh dapur MBG yang ada di wilayah Ciniru,” katanya.

Upaya memperkuat sektor pertanian juga terlihat dari pelaksanaan panen raya di Desa Pasir Agung. Petani setempat telah berhasil memanen komoditas buncis dan timun.

Toto menegaskan, keberhasilan produksi harus dibarengi dengan kepastian penyerapan hasil panen. Karena itu, dirinya berkomitmen untuk memastikan pihak dapur penerima dapat menampung hasil pertanian masyarakat dan tidak menolak produk yang telah dihasilkan petani.

“Jangan sampai masyarakat sudah menanam dan panen, tetapi hasilnya tidak terserap. Kita akan dorong agar dapur penerima mau menampung hasil panen warga,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, perhatian Toto juga menyasar warga yang membutuhkan bantuan sosial. Salah satunya adalah Kang Nana di Puncak yang mengalami kelumpuhan akibat stroke selama kurang lebih dua tahun.

Toto menyampaikan komitmennya untuk menyiapkan bantuan kursi roda guna membantu mobilitas warga tersebut.

Menurutnya, kegiatan reses tidak hanya menjadi momentum menyerap aspirasi pembangunan, tetapi juga melihat secara langsung kondisi masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan. (OM)