KUNINGAN ONLINE – Anggota DPRD Kabupaten Kuningan dari Fraksi PKS, Hj. Siti Mahmudah, M.Pd., melaksanakan Reses Catur Wulan III Tahun 2025/2026 di sejumlah titik daerah pemilihannya. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi dirinya untuk menyerap secara langsung berbagai aspirasi, keluhan, serta harapan masyarakat terhadap pembangunan Kabupaten Kuningan.
Rangkaian reses Hj. Siti Mahmudah dilaksanakan di Desa Rondobawagirang, Kecamatan Mandirancan, Desa Singkup, Kecamatan Japara, serta Desa Pajambon, Kecamatan Kramatmulya.
Dalam setiap agenda reses, masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi sehari-hari. Aspirasi yang muncul cukup beragam, mulai dari persoalan infrastruktur jalan, pelayanan kesehatan dan BPJS, bantuan sosial, pendidikan, pertanian, UMKM, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Di Desa Rondobawagirang, Kecamatan Mandirancan, kegiatan reses menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan dan pelayanan publik yang masih perlu mendapat perhatian pemerintah. Agenda di desa tersebut telah dilaksanakan pada Minggu.
Sementara di Desa Singkup, Kecamatan Japara, Hj. Siti Mahmudah juga berdialog langsung dengan masyarakat untuk menggali aspirasi dan persoalan yang berkembang di tengah warga. Agenda reses di Desa Singkup dilaksanakan pada Senin.
Sedangkan pada Sabtu (29/8/2026), Hj. Siti Mahmudah melaksanakan reses di Balai Desa Pajambon, Kecamatan Kramatmulya. Kegiatan tersebut dihadiri Ibu Kuwu Pajambon, tokoh masyarakat, serta perwakilan desa-desa se-Kecamatan Kramatmulya.
Dalam dialog di Pajambon, persoalan jalan rusak menjadi salah satu keluhan yang cukup banyak disampaikan masyarakat. Warga berharap pemerintah daerah dapat meningkatkan perhatian terhadap perbaikan dan pemeliharaan jalan yang kondisinya mengalami kerusakan sehingga tidak menghambat mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain infrastruktur, masyarakat juga menyoroti persoalan bantuan sosial (bansos) yang dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran. Warga berharap pendataan penerima bantuan terus diperbaiki sehingga program perlindungan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
Persoalan BPJS dan pelayanan kesehatan turut menjadi aspirasi masyarakat. Warga berharap akses terhadap layanan kesehatan semakin mudah dan kualitas pelayanan publik di bidang kesehatan terus ditingkatkan.
Di bidang ekonomi, masyarakat mendorong adanya perhatian lebih terhadap UMKM dan pemberdayaan ekonomi ibu rumah tangga. Dukungan berupa pelatihan, permodalan, pemasaran, serta pendampingan dinilai dapat membantu meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.
Sementara dari sektor pertanian, warga menyampaikan sejumlah harapan agar pemerintah memberikan dukungan lebih besar terhadap petani, baik dalam hal sarana produksi, akses pasar maupun peningkatan kesejahteraan.
Hj. Siti Mahmudah menegaskan bahwa kegiatan reses bukan sekadar agenda formal anggota DPRD, melainkan bagian penting dari tugas wakil rakyat untuk turun langsung dan mendengarkan kondisi masyarakat.
“Kami hadir untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan warga. Setiap aspirasi yang disampaikan akan kami catat dan kami bawa untuk diperjuangkan di DPRD sesuai dengan kewenangan dan kemampuan anggaran daerah,” ujar Hj. Siti Mahmudah kepada Kuninganonline.com, Kamis (3/9/2026).
Menurutnya, berbagai aspirasi yang dihimpun dari Rondobawagirang, Singkup, Pajambon, dan wilayah lainnya akan menjadi bahan dalam menjalankan fungsi DPRD, baik fungsi pengawasan, penganggaran maupun pembentukan kebijakan.
Ia berharap komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat dapat terus terjalin. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan yang muncul di tingkat desa dapat diketahui secara langsung dan dicarikan solusi melalui kebijakan pemerintah daerah.
Melalui rangkaian Reses Catur Wulan III Tahun 2025/2026 tersebut, Hj. Siti Mahmudah kembali menegaskan komitmennya untuk mengawal aspirasi masyarakat, khususnya menyangkut pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, pertanian, UMKM, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Semua aspirasi ini menjadi catatan kami. Mudah-mudahan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dapat kita perjuangkan bersama dan secara bertahap direalisasikan,” pungkasnya. (OM)









