Refleksi Akhir Tahun, FKUB Kuningan Tegaskan Peran Strategis Jaga Kerukunan Umat Beragama

Budaya, Sosial262 views

KUNINGAN ONLINE – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kuningan melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 sekaligus Refleksi Program Kerja FKUB Tahun 2025, bertempat di Pakuwon Pajambon, Desa Pajambon, Kecamatan Kramatmulya, Selasa (30/12/2025).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua FKUB Kabupaten Kuningan, Dr. H. A. Feni Rahman, HS., M.Pd., didampingi Dr. Nanan Abdul Manan, serta jajaran pengurus FKUB.

Iklan

Dalam refleksi tersebut, FKUB melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai program dan agenda yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2025. Dr. Feni Rahman menegaskan bahwa keberadaan FKUB memiliki peran strategis dalam mendukung program Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan, khususnya dalam menjaga dan menguatkan kerukunan serta keharmonisan antarumat beragama.

“Kerukunan umat beragama merupakan faktor yang sangat urgen. Potensi konflik akibat perbedaan agama dan kepercayaan harus dimitigasi sejak dini. Daerah yang gagal melakukan mitigasi konflik beragama akan rentan terhadap konflik yang lebih luas, baik di tingkat lokal, regional, hingga nasional,” ujar Dr. Feni Rahman.

Iklan

Ia menambahkan, FKUB hadir untuk mengawal pembangunan Kabupaten Kuningan agar berjalan kondusif dan harmonis. Oleh karena itu, komunikasi antarumat beragama menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas sosial.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua FKUB juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kuningan dan Kementerian Agama yang selama ini telah memberikan perhatian, termasuk dukungan penganggaran terhadap agenda-agenda FKUB.

Ia berharap pada tahun 2026 dan tahun-tahun berikutnya, perhatian tersebut dapat terus ditingkatkan.

“Pengawalan kerukunan umat beragama tidak boleh dianggap sepele. Dengan keharmonisan yang terjaga, pembangunan Kabupaten Kuningan dapat melesat sesuai harapan bersama,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Dr. Nanan Abdul Manan menegaskan bahwa refleksi dan evaluasi program FKUB bukan sekadar agenda rutin akhir tahun, melainkan bagian penting dari upaya memperkuat tata kelola kerukunan umat beragama di Kabupaten Kuningan.

Menurutnya, dinamika sosial dan keberagaman yang ada di Kuningan menuntut adanya pendekatan yang berkelanjutan, partisipatif, dan berbasis dialog.

“FKUB harus terus hadir di tengah masyarakat sebagai jembatan komunikasi antarumat beragama. Evaluasi ini menjadi momentum untuk melihat sejauh mana program yang dijalankan benar-benar menyentuh akar persoalan dan mampu mencegah potensi konflik sejak dini,” ujar Dr. Nanan.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara FKUB, pemerintah daerah, Kementerian Agama, serta seluruh elemen masyarakat dalam membangun kesadaran kolektif tentang moderasi beragama.

“Kerukunan tidak bisa dibangun secara instan. Dibutuhkan komitmen bersama, edukasi yang berkelanjutan, serta penguatan moderasi beragama agar perbedaan tidak menjadi sumber perpecahan, tetapi justru menjadi kekuatan dalam pembangunan daerah,” tambahnya.

Dr. Nanan berharap, hasil refleksi program tahun 2025 ini dapat menjadi dasar perumusan agenda FKUB ke depan yang lebih adaptif, responsif, dan berdampak nyata bagi terjaganya keharmonisan sosial di Kabupaten Kuningan.

Program FKUB Kuningan Tahun 2025

Dalam forum refleksi, FKUB memaparkan sejumlah program yang telah terlaksana sepanjang tahun 2025, di antaranya:

  1. Audiensi dan silaturahmi dengan Bupati dan Wakil Bupati Kuningan, DPRD, Kemenag, Disdikbud, BNNK, DPMTSP, LDII, JAI, pada Januari, Februari, Maret, dan Mei 2025.
  2. Monitoring Tahun Baru Imlek (Januari 2025).
  3. Partisipasi dalam penyusunan RPJMD 2025–2029.
  4. Partisipasi kegiatan daerah, seperti Musda MUI, HUT Bhayangkara, HUT RI, serta rapat paripurna dan rapat DPRD Kabupaten Kuningan.
  5. Sarasehan dan dialog interaktif, meliputi penguatan pendirian rumah ibadah serta penguatan toleransi pada peringatan Hari Toleransi Internasional.
  6. Rapat mitigasi moderasi beragama dan Rakor FKUB Jawa Barat di Bandung.
  7. Kunjungan silaturahmi dan audiensi dengan pondok pesantren (Husnul Khotimah dan Al Multazam), ormas keagamaan (NU, Muhammadiyah, PUI, Persis, Katolik, Protestan, Hindu, Budha, dan Konghucu), serta perguruan tinggi (UNISA, UMK, dan UBHI).
  8. Rekomendasi pendirian rumah ibadah/masjid, di wilayah Cibingbin dan Al Irsyad.
  9. Kunjungan penguatan moderasi beragama ke desa/kampung kerukunan di Cigugur, Kuningan, dan Garawangi.
  10. Pelatihan kerukunan umat beragama dan moderasi beragama bekerja sama dengan Kemenag Kuningan.
  11. Monitoring dan Evaluasi (Monev) Nataru 2025.
  12. Dukungan anggaran, meliputi bantuan Kemenag sebesar Rp60 juta (Februari 2025) dan hibah Pemda Kuningan sebesar Rp75 juta (Oktober 2025).

Melalui refleksi ini, FKUB Kabupaten Kuningan menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga persatuan, toleransi, dan keharmonisan umat beragama demi terciptanya Kuningan yang aman, damai, dan berkelanjutan. (OM)