Ratusan Mahasiswa dan Dosen Lolos Ikuti Kampus Mengajar

Pendidikan3,237 views

KUNINGAN (KO) – Ratusan Mahasiswa dan Dosen Universitas Kuningan (Uniku) kembali melaksanakan Program Kampus Mengajar. Hal tersebut, dikatakan langsung oleh Rektor Uniku Dr. Dikdik Harjadi, SE., M.Si, Rabu (19/1/2022). Menurutnya, dengan program tersebut mhasiswa bisa membaktikan ilmu, keterampilan, dan menginspirasi para murid sekolah dasar dan menengah untuk memperluas cita-cita dan wawasan.

Ia juga menerangkan, Kampus Mengajar merupakan sebuah program yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa selama satu (1) semester untuk membantu para Guru dan Kepala Sekolah dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran yang terdampak pandemi.

Iklan

“Kampus Mengajar ini, mengajak para mahasiswa untuk berkolaborasi, beraksi, dan berbakti untuk negeri selama satu (1) semester dengan terlibat langsung dalam pelaksanaan pembelajaran literasi, numerasi dan adaptasi teknologi di jenjang SD dan SMP di Indonesia,” terangnya.

Adapun yang terlibat dalam merealisasikan program tersebut, dirinya menyebutkan, untuk angkatan pertama, sebanyak enam (6) dosen dan 38 mahasiswa, sedangkan angkatan yang kedua ada 32 dosen dan 155 mahasiswa. Sementara untuk diawal tahun 2022 sekarang, dari 64 dosen dan 186 mahasiswa yang melamar, total yang terpilih sebanyak 47 dosen dan 140 mahasiswa.

Iklan

“Jumlah ini terus bertambah sesuai dengan kesiapan, komitmen Uniku dalam mengimplementasikan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang digagas oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Riset Teknologi Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemendikbudristekdikti RI),” sebutnya yang juga sebagai Dosen Magister Managemen Sekolah Pasca Sarjana Uniku.

Mahasiswa yang mengikuti program tersebut, demikian lanjutnya, akan memiliki kesempatan untuk mengasah jiwa kepemimpinan, softskill dan karakter, serta mendapat pengalaman mengajar yang dapat diakui dan disetarakan dalam bentuk satuan kredit semester (sks). Selain itu, dalam pelaksanaannya para mahasiswa juga mendapatkan insentif uang saku, UKT, konversi setara 20 sks, dan sertifikat peserta Program Kampus Mengajar dari Kementrian.


“Raihan tersebut tidak bisa didapat dengan mudah, ada kriteria dan proses seleksi yang dilakukan melalui sistem Kampus Merdeka dari Kementrian Pendidikan untuk menjadi peserta dan dosen pembimbing lapangan (DPL) Kampus Mengajar. Selain itu, dilakukan juga sinkronisasi data, pencapaian prestasi, dan akreditasi perguruan tinggi yang menjadi salah satu kriterianya,” lanjutnya.

Dikdik berharap, dengan lolosnya para dosen dan mahasiswa pada angkatan ketiga sekarang, dapat melaksanakan amanah dengan baik, dan memberikan perubahan, serta manfaat bagi dunia pendidikan. “Ingat, jaga nama baik almamater Uniku,” pungkasnya. (Gie)