Raden Adit Raih Prestasi Membanggakan di Pemilihan Duta Baca Jawa Barat 2024

Pendidikan, Sosial3,027 views

KUNINGAN ONLINE – Perjalanan Raden Aurel Aditya Kusumawaningyun, atau yang akrab disapa Raden Adit, menuju panggung Duta Baca tingkat Provinsi Jawa Barat 2024 menjadi kisah inspiratif yang penuh perjuangan.

Dengan tema “Pionir Literasi Penggerak Perubahan”, ajang ini memberikan tantangan besar kepada para peserta untuk mempromosikan inovasi dalam literasi yang dapat membawa perubahan positif di masyarakat.

Iklan

Pada 5 Desember 2024, Raden Adit menerima pemberitahuan tentang kompetisi ini, di tengah kesibukannya menghadapi Ujian Tengah Semester (UTS). Proses awal tidaklah mudah, terutama dengan keterlambatannya dalam mengumpulkan berkas dan video profil.

Namun, Ia tidak menyerah dan terus berjuang keras selama tahap pra-karantina dan karantina, yang menjadi bagian penting dari penilaian kompetisi ini.

Iklan

Sebagai kontribusi nyata untuk literasi, Raden Adit mengajukan program Taman Baca Keluarga, yang terdiri dari tiga sub-program inovatif.

“Pertama, NYASAB (Nya Ngadongeng Sateuacan Bobo) yakni menghidupkan tradisi mendongeng sebelum tidur untuk memperkuat literasi keluarga,” ungkapnya, Sabtu (14/12/2024).

Kemudian, kata Raden, Kedua, NGOBRAK (Ngobrol Perkara Literasi) yaitu diskusi literasi santai untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

Ketiga, TAMARA (Tamasya Literasi Keluarga) yaitu menggabungkan wisata edukasi dengan pengembangan literasi.

“Program ini menitikberatkan pada literasi keluarga sebagai fondasi pengembangan generasi muda yang cerdas dan literat, sekaligus menjadi solusi atas tantangan literasi di Jawa Barat,” kata Raden.

Melalui dedikasi dan usaha keras, Raden berhasil lolos ke 10 besar, bahkan melangkah lebih jauh ke 5 besar, menjadi salah satu wakil terbaik dari Kabupaten Kuningan setelah lima tahun tanpa prestasi serupa.

Pada akhirnya, Ia meraih Juara 3 Duta Baca Jawa Barat 2024, sementara pasangannya, Fadla Yahlil Jaziroh, memperoleh Juara 4.

“Prestasi ini menjadi kebanggaan besar, tidak hanya bagi saya tetapi juga bagi Kabupaten Kuningan. Keberhasilan ini juga didukung oleh kerja keras, bantuan dari Dinas Arsip & Perpustakaan, Duta Baca Kuningan, Kang Zeze sebagai mentoring & coaching serta dukungan penuh dari keluarganya, terutama sang ibu,” imbuhnya.

Raden Adit menegaskan bahwa keberhasilan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari kontribusi lebih besar dalam pengembangan literasi di Indonesia.

Ia berkomitmen untuk terus menjalankan program-program literasi, menginspirasi masyarakat, dan menjadi pionir perubahan di bidang literasi.

“Prestasi ini adalah hasil kerja keras bersama. Saya berharap bisa terus berkontribusi dalam meningkatkan literasi masyarakat, mulai dari keluarga hingga tingkat makro,” tutup Raden Adit.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kerja keras, kreativitas, dan dukungan dari berbagai pihak dapat menghasilkan perubahan positif yang nyata. (OM)