Prodi PBI FKIP Uniku Raih Akreditasi “Unggul” dari LAMDIK, Kado Spesial Akhir Ramadan

Pendidikan, Sosial786 views

KUNINGAN ONLINE – Kabar membanggakan datang dari Universitas Kuningan (Uniku). Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) berhasil meraih akreditasi “Unggul” dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan, yang merupakan predikat tertinggi dalam sistem akreditasi pendidikan tinggi di Indonesia.

Capaian ini menjadi kado istimewa di penghujung bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Raihan tersebut menunjukkan bahwa Prodi PBI FKIP Uniku telah memenuhi standar mutu pendidikan tinggi, mulai dari kualitas kurikulum, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kompetensi dosen, hingga tata kelola program studi yang profesional dan berkelanjutan.

Iklan

Ketua Prodi PBI FKIP Uniku, Dr. Nani Ronsani Thamrin, M.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut.

“Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT atas anugerah akreditasi Unggul ini. Ini menjadi kado spesial bagi kami menjelang berakhirnya bulan Ramadan,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).

Iklan

Ia menegaskan, keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras seluruh elemen di lingkungan Prodi PBI.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada staf administrasi, dosen, pimpinan fakultas, serta pimpinan universitas atas dukungan yang luar biasa,” tambahnya.

Sementara itu, Dekan FKIP Uniku, Dr. Asep Jejen Jaelani, M.Pd., berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi program studi lainnya.

“Semoga keberhasilan Prodi PBI ini menjadi pelecut semangat bagi prodi lain di FKIP untuk segera menyusul meraih akreditasi Unggul,” ujarnya.

Di sisi lain, Rektor Uniku, Dr. Anna Fitri Hindriana, M.Si., menilai capaian ini merupakan bukti nyata sinergi dan kerja keras seluruh sivitas akademika.

“Ini hasil dari semangat juang dan kerja sama yang solid. Ke depan, ini menjadi langkah awal bagi Uniku untuk terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa akreditasi Unggul bukan sekadar pengakuan administratif, melainkan komitmen institusi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.

“Kami akan terus berbenah dan meningkatkan kualitas agar dapat memberikan dampak yang luas bagi masyarakat, sejalan dengan semangat ‘Diktisaintek Berdampak’,” pungkasnya. (OM)