Porsenitas SKB/PKBM Ke-2 Kuningan Jadi Ajang Unjuk Prestasi dan Kreativitas, Diikuti 250 Siswa

Pendidikan269 views

KUNINGAN ONLINE – Pendidikan kesetaraan di Kabupaten Kuningan kembali menunjukkan geliat positif. Sekitar 250 siswa mengikuti Pekan Olahraga, Seni dan Kreativitas (Porsenitas) SKB/PKBM Ke-2 Tingkat Kabupaten Kuningan Tahun 2026 yang digelar di SKB Kuningan, Jumat–Sabtu, 2–3 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi murid pendidikan kesetaraan untuk mengembangkan potensi, menunjukkan bakat, sekaligus meraih prestasi dalam suasana penuh sportivitas dan kebersamaan. Secara keseluruhan, kegiatan ini melibatkan sekitar 700 orang yang terdiri dari siswa, pengelola, tutor, suporter, panitia, dan unsur pendukung lainnya.

Iklan

Beragam cabang olahraga, seni, dan kreativitas dipertandingkan dalam Porsenitas tahun ini. Di bidang olahraga, peserta mengikuti lomba lari 100 meter, tenis meja, bulu tangkis, catur, dan egrang. Sementara di bidang seni dan kreativitas terdapat lomba menyanyi solo, cerdas cermat, serta biantara atau pidato bahasa Sunda.

Pembukaan Porsenitas secara resmi dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan yang diwakili Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, H. Pipin Mansur Aripin, M.Pd.

Iklan

Pipin hadir didampingi Kepala Bidang PAUD dan Dikmas, Dicky Mahardika, SE., M.Si., beserta jajaran. Dalam sambutannya, Pipin memberikan apresiasi atas terselenggaranya Porsenitas SKB/PKBM.

Menurutnya, pendidikan kesetaraan tidak hanya berorientasi pada aspek akademik. Lebih dari itu, pendidikan kesetaraan juga memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi olahraga, seni, kreativitas, kepercayaan diri, dan kemampuan bersosialisasi.

Hal menarik juga ditemukan saat Pipin melakukan wawancara langsung dengan sejumlah peserta. Salah satunya adalah peserta pendidikan kesetaraan yang telah berusia 48 tahun.

“Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa pendidikan tidak mengenal batas usia. Program pendidikan kesetaraan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk terus belajar, meningkatkan keterampilan, serta memperbaiki kualitas diri,” tuturnya.

Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Dicky Mahardika, SE., M.Si., menegaskan komitmennya untuk terus menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Kuningan.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan periode Januari hingga Juli 2026, angka Anak Tidak Sekolah di Kabupaten Kuningan berhasil ditekan hingga 6,12 persen. Dicky menyebut capaian tersebut sebagai salah satu penurunan yang cukup besar dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Jawa Barat.

Menurut Dicky, pendidikan kesetaraan menjadi salah satu instrumen penting untuk memberikan kesempatan kedua kepada masyarakat yang sebelumnya tidak dapat mengikuti pendidikan formal.

Melalui program Paket A, Paket B, dan Paket C, masyarakat dapat kembali memperoleh layanan pendidikan sekaligus mengembangkan keterampilan yang dapat menunjang kehidupan.

“Dengan pendidikan kesetaraan, semua bisa sekolah dan dapat meningkatkan skill untuk kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang,” ujar Dicky.

Iklan

Ketua Panitia Porsenitas SKB/PKBM Ke-2, Andriyanto, S.Kom., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.

Ia mengapresiasi antusiasme peserta, tutor, pengelola PKBM, SKB, serta panitia yang bekerja bersama sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan baik.

Andriyanto menegaskan bahwa keberadaan PKBM merupakan sesuatu yang nyata dan hadir di tengah masyarakat. Karena itu, Porsenitas diharapkan menjadi momentum bagi peserta untuk meraih prestasi dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas, persaudaraan, kebersamaan, dan kegembiraan.

Sementara itu, Ketua DPD FK PKBM Kabupaten Kuningan yang diwakili Sekretaris Umum Aldi Nurcahya, M.Pd., menyampaikan bahwa Porsenitas merupakan salah satu program rutin yang dirancang untuk memberikan ruang kepada murid pendidikan kesetaraan dalam menunjukkan potensi dan prestasinya.

Menurutnya, murid PKBM memiliki kemampuan dan talenta yang tidak kalah dengan peserta didik pada satuan pendidikan lainnya. Kegiatan seperti Porsenitas menjadi penting untuk membuka ruang aktualisasi, membangun kepercayaan diri, memperkuat karakter, sekaligus menumbuhkan semangat berprestasi.

“Porsenitas bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi ruang bagi murid pendidikan kesetaraan untuk menunjukkan bahwa mereka mampu berprestasi, berkarya, dan memiliki potensi yang luar biasa. Kami ingin terus membangun budaya belajar yang sehat, kompetitif, sportif, dan menyenangkan,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rahmat Yanuar, M.Si., terhadap pengembangan pendidikan kesetaraan.

Dukungan terhadap pendidikan kesetaraan juga datang dari Bunda PAUD Dikmas Kabupaten Kuningan, Bunda Hj. Ela Helayati, S.Sos.

Pendidikan kesetaraan dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas keluarga karena memberikan kesempatan kepada masyarakat, termasuk mereka yang telah berusia dewasa, untuk kembali belajar dan meningkatkan kapasitas diri.

Program pendidikan kesetaraan juga dinilai sejalan dengan upaya penguatan keluarga melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, kemandirian, dan kualitas sumber daya manusia. Sinergi pemerintah, Bunda PAUD Dikmas, PKK, SKB, PKBM, tutor, keluarga, dan masyarakat pun menjadi bagian penting agar tidak ada masyarakat yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan.

Porsenitas SKB/PKBM Ke-2 Tingkat Kabupaten Kuningan Tahun 2026 akhirnya bukan sekadar agenda perlombaan. Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan kesetaraan tidak bisa dipandang sebelah mata.

Di balik arena olahraga, panggung seni, dan ruang kreativitas, terdapat kisah masyarakat yang memilih kembali belajar, mengejar cita-cita, meningkatkan keterampilan, dan membuka peluang kehidupan yang lebih baik.

Pesertanya pun beragam. Ada murid yang masih berusia muda hingga warga belajar yang telah dewasa, bahkan berusia 48 tahun. Semuanya memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkarya, dan berprestasi.

Porsenitas sekaligus menunjukkan bahwa PKBM dan SKB bukan hanya tempat untuk memperoleh ijazah. Lebih dari itu, keduanya menjadi ruang untuk membangun manusia yang percaya diri, terampil, kreatif, sehat, sportif, dan mampu mengambil peran di tengah masyarakat.

Ke depan, sinergi seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus diperkuat agar pendidikan kesetaraan semakin maju, inklusif, dan mampu menjangkau masyarakat yang masih membutuhkan layanan pendidikan.

Dari arena olahraga, panggung seni, hingga ruang kreativitas, Porsenitas 2026 menjadi pesan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berprestasi.

Pendidikan Kesetaraan: Semua Bisa Sekolah, Semua Bisa Berkarya, Semua Bisa Berprestasi. (OM)