KUNINGAN (KO) – Anggota DPRD Jawa Barat Dapil XIII Fraksi Gerindra Hj. Tina Wiryawati, S.H, gencar lakukan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kabupaten Kuningan. Selain itu dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut disertai dengan pelatihan-pelatihan pengelolaan sampah dari rumah tangga yaitu Eco Enzim.
Hal tersebut, dikatakan langsung oleh Hj. Tina usai menggelar sosialisasi di Desa Singkup Kecamatan Japara Kuningan, (21/1/2022). Menurutnya, kaitan empat pilar sekarang bukan disampaikan kepada para peserta didik, melainkan Pemerintahan Desa, Ibu-ibu PKK, dan masyarakat.
“Penerapan pendekatan sila-sila pancasila itu harus teraplikasi dalam kehidupan sehari-hari, jadi tidak hanya slogan, dan hanya menjadi lambang garudanya itu menjadi pajangan di ruangan. Oleh karena itu, saya melakukan pendekatan dengan pengelolaan sampah untuk menghasilkan Eco Enzim dan pengelolaan minyak jelantah menjadi sabun cuci,” terangnya.
“Kenapa harus sampah?,” demikian lanjutnya. Selama hidup akan selalu ada sampah. Di luar negeri saja sampah sudah tidak menjadi masalah lagi. Akan tetapi di Indonesia pada umumnya masih menjadi permasalahan.
“Makanya saya ini melakukan sosialisasinya dari sila pertama dulu yakni Ketuhanan Yang Maha Esa. Sila pertama ini bukan hanya sembahyang, tidak hanya menjalankan ritual, akan tetapi aplikasi sebagai muslim kita harus mengaplikasikan dalam kehidupan keseharian. Salah satunya dari iman itu ialah menjaga kebersihan,” ungkapnya.
Kebiasaan yang tidak baik yang kerap menjadi sorotan yaitu membuang sampah ke sungai. Fenomena tersebut membuat dirinya prihatin. Sehingga penggerakan bebas sampah kini menjadi garapan utama, mulai dari Kabupaten Kuningan dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
“Sampah itu sebenarnya tidak jijik; sampah itu tidak kotor: dan sampah itu bisa bermanfaat; serta bisa mendatangkan pemasukan atau nilai ekonomi untuk masyarakat. Makanya, kita akan terus mendorong seluruh elemen untuk turut serta bekerjasama membereskan masalah ini, salah satunya dengan menciptakan inovasi yang memiliki nilai ekonomis,” pungkasnya. (Gie)









