KUNINGAN ONLINE – Akibat pandemi Covid-19 telah menghantam semua sektor, termasuk sektor ekonomi yang membuat usaha kecil menengah harus berpikir untuk bisa bertahan.
Seperti halnya yang dilakukan oleh salah seorang pedagang gorengan, Ruhiat (28). Warga Kabupaten Kuningan ini tak patah arang menghadapi kondisi tersebut, dirinya tetap tekun untuk berjualan goregannya.
Hasilnya, usahanya kini bisa bertahan dan berkembang dengan memiliki empat jongko jualan gorengan yang tersebar di depan pelataran toko Alfamart di wilayah Kabupaten Kuningan.
Ruhiat menyampaikan pengalaman dan kiat untuk bertahan di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya, dengan tetap membuka usahanya meski jumlah pendapatanya turun, namun pelanggan akan tetap terlayani, sehingga tidak akan kehilangan pelanggan.

“Daripada kehilangan pelanggan lebih baik tetap buka lapak, meski penghasilan sedikit, toh kondisi sepi ini akan segera berlalu,” tutur Ruhiat yang terus berjuang untuk berjualan, Rabu (29/6).
Ia menceritakan, saat memulai usaha. Instingnya untuk berwirausaha cukup tajam, pria lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ini, mencium jenis usaha yang akan dijalankannya akan berprospek baik.
Dengan pengalamannya sebagai karyawan yang mengelola usaha jualan gorengan di Daerah Balaraja Tangerag, Banten sejak 2011 silam. Pada 2015, Ruhiat bertekad memberanikan membuka usaha gorengan sendiri dan bermitra dengan Alfamart untuk menggelar Jongkonya di depan Alfamart Cigugur Kabupaten Kuningan Jawa Barat.
“Bermodalkan uang senilai Rp.7 juta saya mengawali satu jongkonya dengan menjual gorengan diantaranya, singkong goring, bala-bala, tempe, tahu combro, risol dan pisang molen,” ujarnya.
Selain itu, kata Ruhiat, bahan baku biasanya dibeli di pasar dan dioleh di rumah di kawasan Desa Bakom Kecamatan Darma Kuningan. Sementara bahan baku yang telah diolah di rumah, digoreng di jongkonya, agar hangat dan enak saat dinikmati oleh pelanggannya.
“Harga jual per jenis gorengannya rata rata dijual Rp 1.000 perbuah, sementara singkong keju goreng dijual per pax isi 6 potong seharga Rp.10.000 ribu. Jongko/tenantnya sebanyak 4 buah tersebar di wilayah kabupaten Kuningan, diantaranya, Alfamart Jl.Jendral Sudirman, Alfamart Pangkalan, Alfamart Karamat Mulya baru,” kata Ruhiat.
Usaha yang dilakoni Ruhiat diberi nama “Sawargi” dalam arti bahasa sunda berarti keluarga, intinya dalam menjalankan roda usahanya bapak satu anak ini berharap bisnisnya, bisa dikelola dengan rasa cinta dan tulus, seperti halnya setiap orang akan selalu menyangi keluarganya.
Sementara Andi (29) warga Kuningan mengaku sudah jadi pelanggan tetap gorengan di tenant gorengan milik Ruhiat di depan parkiran Alfamart jalan jend sudirman Kuningan,
“Buat camilan sore, biasanya beli gorengan ini, rasanya enak dan gurih,” pungkasnya. (OM)






