Padjadjaran Cimande Borong 22 Medali di Kejuaraan Pencak Silat Piala Presiden 2026

KUNINGAN ONLINE – Keluarga Besar Padjadjaran Cimande kembali mengharumkan dunia pencak silat dengan meraih prestasi gemilang pada Kejuaraan Pencak Silat CNN Indonesia Tingkat Nasional Piala Presiden 2026 yang berlangsung di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada 25–28 Juni 2026.

Dalam ajang bergengsi yang diikuti ratusan pesilat terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia tersebut, kontingen Padjadjaran Cimande sukses mengoleksi total 22 medali, terdiri dari 12 medali emas, 5 medali perak, dan 5 medali perunggu.

Iklan

Capaian tersebut menjadi bukti keberhasilan pembinaan atlet yang dilakukan secara berjenjang, mulai dari kategori usia dini, pra-remaja hingga remaja. Para pesilat muda Padjadjaran Cimande mampu menunjukkan kemampuan teknik, mental bertanding, dan sportivitas yang tinggi di tengah ketatnya persaingan nasional.

Ketua Padjadjaran Cimande, Dedi Hendriana, mengaku bersyukur atas hasil yang diraih para atletnya. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan buah dari kerja keras, disiplin latihan, serta dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembinaan.

Iklan

“Alhamdulillah, capaian 12 emas, 4 perak, dan 5 perunggu merupakan hasil dari proses latihan yang panjang, disiplin, dan kerja sama semua pihak. Prestasi ini bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga menjadi bukti bahwa pembinaan karakter, sportivitas, dan mental juara yang kami tanamkan telah membuahkan hasil,” ujarnya.

Dedi menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, serta orang tua yang terus memberikan dukungan selama proses persiapan hingga pelaksanaan kejuaraan.

“Terima kasih kepada seluruh atlet yang telah berjuang dengan penuh semangat, para pelatih yang tanpa lelah membimbing, serta orang tua yang selalu mendukung. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan melahirkan pesilat-pesilat berprestasi,” tambahnya.

Iklan

Sementara itu, Head Coach Padjadjaran Cimande, Dede Ahadiyat Syarif, didampingi pelatih Aep Saepudin dan Sri Prihatini, menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari konsistensi latihan dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan.

Menurutnya, Kejuaraan Piala Presiden 2026 menghadirkan persaingan yang sangat ketat karena diikuti atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

“Alhamdulillah para atlet mampu menjalankan strategi dengan baik serta menunjukkan mental bertanding yang kuat. Hasil ini menjadi evaluasi sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas teknik, fisik, dan mental atlet menuju kompetisi yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Adapun 12 medali emas yang diraih Padjadjaran Cimande dipersembahkan oleh Faqih Khairy Rahman, Zivani Ratu Prameswari Supriadi, Nazlia Intani Fatimah Al Zahra, Mirza Ukail Sudrajat, Khaerul Adzam Pratama, Kheana Rhea Farzana, M. N. Hibranimuvic, Ridho Khairul Azam, Ihsan Arifin, Ziyad Yumna, Kinanti Listya Kusuma Nigrum, dan Syarif Hidayatulloh.

Selain itu, empat medali perak berhasil diraih Ifan Firmansyah, Irsya Melani Syah Putri, Hayqal A, dan Sapphira Alliani Firja. Sementara lima medali perunggu dipersembahkan Afifah Altafunnisa Azzahra, Deana Fitri Maharani, Muhamad Ajril Jabar, Alesha Najma Fathiyaturrahma, serta Satria Rafay Wijaya.

Keberhasilan Padjadjaran Cimande juga mendapat dukungan dari Cakra Food yang turut mendampingi perjuangan para atlet selama mengikuti kejuaraan nasional tersebut.

Perwakilan Cakra Food menyampaikan kebanggaannya dapat menjadi bagian dari perjalanan prestasi para pesilat muda.

“Kami percaya bahwa investasi pada pembinaan generasi muda melalui olahraga merupakan investasi bagi masa depan bangsa. Semoga dukungan yang kami berikan dapat menjadi penyemangat bagi para atlet untuk terus berprestasi,” ujarnya.

Prestasi di ajang Piala Presiden 2026 ini semakin mengukuhkan Padjadjaran Cimande sebagai salah satu perguruan pencak silat yang konsisten melahirkan atlet-atlet muda berprestasi.

Ke depan, keluarga besar Padjadjaran Cimande berkomitmen untuk terus memperkuat sistem pembinaan guna mencetak pesilat yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Prestasi hari ini adalah hasil dari latihan kemarin, dan prestasi esok ditentukan oleh kerja keras yang dimulai hari ini,” menjadi semangat yang terus dijaga dalam perjalanan pembinaan atlet Padjadjaran Cimande. (OM)