KUNINGAN ONLINE – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Kuningan dibuat kecewa saat hendak menyampaikan aspirasi di Gedung DPRD Kuningan.
Kekecewaan tersebut, disebabkan tidak ada satupun Anggota DPRD yang menemui mereka. Padahal, HMI Kuningan sudah menyampaikan surat untuk audiensi terkait pinjaman daerah sebesar Rp 19 Milyar yang dilakukan Pemkab Kuningan tahun 2019.
“Kami dari HMI datang ke gedung Rakyat untuk menanyakan tentang fungsi controlling di DPRD ini seperti tulisan kita kemarin tetang pinjaman daerah belum ada respon. Maka, kita selaku masyarakat mencoba menanyakan dulu ke wakil kita yang ada di gedung ini,” ujar Ketua HMI Cabang Kuningan, Toto Sunarto saat ditemui di DPRD, Jumat (25/3).
Namun, pihaknya sangat menyayangkan di gedung dewan kosong, dari 50 Anggota DPRD tidak tahu pada kemana.
“Kita ini masyarakat ingin menyampaikan aspirasi, memberikan pandangan ataupun menyampaikan keluh kesah kami di masyarakat. Terus mana visi misi dewan, kan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat itu tidak segampang ini. Toh kita datang mereka tidak ada, kita ditunda-tunda, ada informasi dijadwal ulang dan segala macem,” tanya Toto
“Hal yang akan kami sampaikan ini sangat urgent. Masa ketika kampanye bapak dan ibu dewan ini datang ke masyarakat, sementara kami datang ke sini tidak ada. Tolonglah kan di komisi satu itu berapa orang jumlah anggota dewan ada 13 orang. Tidak ada satupun yang hadir,” ketusnya.
Menurutnya, dari 50 dewan masa tidak ada yang tahu persoalan dimasyarakat. Bagaimana mau menyelesaikan persoalan, kalau persoalannya saja tidak tahu.
“Kami HMI Kuningan sangat kecewa terhadap para anggota dewan yang duduk di sini. Terus apa gunanya bapak dan ibu duduk di DPRD ini kalau tidak tahu permasalahan,” tuturnya.
“Kita akan kawal, bahwa fungsi DPRD ini sejauh mana tindaklanjuti dari pernyataan kami kemarin itu gimana. Jangan sampai terkesan menghindar, jangan sampai terkesan menutup-tutupi. Kita kan punya hak bertanya, masalah eksekutif iya nanti kita akan tanyakan,” tambahnya.
Sebelum ke eksekutif, Pihaknya bersama kader HMI datang ke legislatif dulu. Karena, anggota dewan ini punya hak bertanya terkait persoalan pinjaman daerah.
Sebelumnya, kata Toto, HMI sudah bersurat, memang sempat ada jadwal ulang. Tetapi, Ia menegaskan bahwa aspirasi yang akan disampaikannya urgent.
“Kami HMI sudah berkumpul, namun katanya mereka para wakil raja lagi ada agenda. Bukan hanya mereka saja yang punya agenda, karena sama HMI juga punya agenda,” katanya.
Apa yang akan disampaikan oleh HMI, Toto menuturkan bahwa untuk perbaikan guna kedepan hal-hal yang terjadi tidak terulang kembali
Disinggung langkah HMI selanjutnya, pihaknya akan melakukan aksi. Kalau seandainya tidak ada respon cepat dari legislatif.
“Masa kita harus menunggu seminggu lagi, kalau urgent iya harus segera di tanggapi dan diselesaikan,” pungkasnya. (OM)





