Milad Perguruan Silat Bima Suci ke 53, Cetak Generasi Berakhlakul Karimah

Budaya, Sosial88 views

KUNINGAN ONLINE – Menapaki usia ke 53 tahun, Perguruan Pencak Silat Bima Susi berkomitmen membangun semangat pengabdian, sinergi dan kebersamaan. Momentum milad ini menjadi ajang refleksi sekaligus penguatan komitmen untuk terus melestarikan pencak silat sebagai warisanku budaya bangsa serta mencetak generasi berakhlakul karimah.

Rangkaian Milad ke-53 diawali dengan ziarah ke makam para pendiri pada 16 Januari 2026, yakni almarhum H A Mad Saleh, Rudianto, dan Mamat Komarudin. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan syukuran yang dihadiri keluarga besar perguruan sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan para guru besar dalam merintis dan mengembangkan Bima Suci.

Iklan

Selain itu, masih dalam rangkaian kegiatan Milad Bima Suci, pada 25 Januari 2026, digelar latihan gabungan, aksi donor darah, serta pentas seni bela diri atlet Bima Suci dalam agenda Car Free Day Heman Ka Budak di Jalan Siliwangi Kuningan. Kegiatan sosial donor darah menjadi simbol kepedulian, dengan pesan bahwa setetes darah yang diberikan adalah harapan bagi sesama.

Ketua Perguruan Silat Bima Suci Kuningan, Ir Toto Suripto, menegaskan bahwa 53 tahun bukanlah waktu yang singkat dalam perjalanan organisasi. Angka tersebut, menurutnya, menjadi saksi tetesan keringat dan kerja keras para pendahulu dalam meletakkan fondasi kuat, sehingga silat tidak sekadar menjadi gerak fisik, melainkan jalan pengabdian.

Iklan

“Tahun ini kita mengusung tema 53 Tahun Mengabdi, Menjalin Sinergi, Membangun Kebersamaan, Bersama Bima Suci Mengukir Prestasi Generasi Islami. Ini bukan sekadar slogan, tetapi visi besar yang harus diwujudkan,”ujarnya, dalam Gebyar Milad ke 53 Perguruan Pencak Silat Bima Suci yang digelar di D’Jhons Pool Family Billiard & Cafe, Sabtu (14/2/2026).

Selama lebih dari setengah abad, Bima Suci konsisten melahirkan pesilat berprestasi dari tingkat daerah hingga internasional. Atlet binaannya pernah berkiprah dalam berbagai kejuaraan seperti Bupati Cup, Popda, Popwil, hingga ajang bergengsi seperti SEA Games. Namun, Toto menegaskan bahwa prestasi bukan hanya soal medali, melainkan pembentukan karakter yang tangguh, disiplin, dan berintegritas.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah, TNI/Polri, lembaga pendidikan, dan organisasi kemasyarakatan untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Kebersamaan adalah kekuatan kita. Tidak ada sekat antara senior dan junior. Semua dipersatukan oleh semangat keluarga di bawah panji Bima Suci,” katanya.

Sementara itu, Guru Besar Perguruan Silat Bima Suci Kuningan, Cecep Aziez Ramdhani, menyampaikan bahwa komitmen terhadap jati diri Bima Suci Ngajati Ngawangi menjadi tiang penyangga perjalanan perguruan selama 53 tahun.

Ia menekankan tiga pilar utama yang menjadi ruh pendidikan di Bima Suci, yakni sholat, sholawat, dan silat. “Ketiganya tidak bisa dipisahkan. Sholat adalah fondasi spiritual, sholawat melembutkan hati, dan silat menjadi sarana membela kebenaran serta meraih prestasi,” ujarnya.

Filosofi Ngajati Ngawangi, lanjutnya, mengajarkan setiap anggota untuk kembali pada jati diri sebagai hamba Allah yang mulia sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat melalui akhlak dan prestasi. Di tengah tantangan era digital, Bima Suci hadir untuk membentengi generasi muda dengan nilai-nilai keislaman dan kedisiplinan.

Bupati Kuningan, Dr H Dian Rachmat Yanuar turut memberikan apresiasi atas konsistensi Bima Suci menjaga tradisi sekaligus melangkah maju. Menurutnya, usia 53 tahun adalah bukti ketekunan, doa, dan kedisiplinan para dewan guru dalam membina generasi.

“Menjaga tradisi bukan berarti mundur, tetapi mengokohkan langkah ke depan. Pencak silat adalah warisan budaya Nusantara. Geraknya bukan hanya teknik, melainkan bahasa jiwa dan cerminan hidup. Bima Suci telah membuktikan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang membanggakan Kuningan,” ujarnya.

Milad ke-53 ini pun menjadi titik tolak bagi Bima Suci untuk terus memperkuat tata kelola organisasi yang profesional dan modern, sekaligus meneguhkan komitmen mencetak generasi Islami yang tajam dalam jurus, jernih dalam hati, dan rendah hati dalam sikap.

Dengan semangat kebersamaan, Bima Suci menatap masa depan, menjaga warisan budaya, serta mengukir prestasi demi harum nama Kuningan dan Indonesia.

Gebyar Milad ke-53 Perguruan Pencak Silat Bima Suci ini diisi dengan penyematan sabuk kepada Dewan Guru Perguruan Silat Bima Suci, santunan kepada anak yatim, dan penghargaan kepada atlet berprestasi, serta pentas seni pencak silat. (OM)