Menteri Kebudayaan Fadli Zon Resmikan Museum Cipari, Dorong Jadi Pusat Edukasi dan Wisata Budaya

Budaya, Pendidikan821 views

KUNINGAN ONLINE – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon meresmikan Museum Cipari pada Sabtu (4/4/2026). Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam upaya pelestarian sekaligus pengembangan warisan budaya di Kabupaten Kuningan.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Anggota DPR RI H. Rokhmat Ardiyan, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, Wakil Bupati Tuti Andriani, Dandim 0615, serta Forkompinda Kabupaten Kuningan dan Tamu undangan lainnya.

Iklan

Dalam sambutannya, Fadli Zon menekankan bahwa Indonesia merupakan negara dengan keragaman budaya yang luar biasa, serta memiliki peradaban yang sangat tua.

Ia menyebut, temuan manusia purba seperti Homo erectus menunjukkan bahwa jejak peradaban di Indonesia telah ada sejak sekitar 1,8 juta tahun lalu, bahkan sekitar 60 persen temuan Homo erectus dunia berasal dari Indonesia.

Iklan

Selain itu, ia juga menyinggung pengakuan dunia terhadap lukisan gua purba di Sulawesi yang berusia sekitar 67.800 tahun, menjadikannya sebagai salah satu karya seni tertua di dunia. Hal tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa nenek moyang bangsa Indonesia telah memiliki kemampuan berekspresi dan berbudaya sejak ribuan tahun silam.

Fadli Zon menegaskan bahwa museum tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, melainkan harus menjadi ruang edukasi yang dinamis, interaktif, dan mampu membangun imajinasi masyarakat.

“Museum harus menjadi ruang belajar, ruang imajinasi, serta memberikan perspektif tentang masa lalu, masa kini, dan masa depan yang tidak terpisahkan,” ujarnya.

Ia juga mendorong penguatan peran museum melalui beberapa strategi, di antaranya digitalisasi koleksi dan narasi, peningkatan kapasitas kurator dan edukator, serta pembangunan ekosistem permuseuman yang terintegrasi dengan sekolah, komunitas, dan industri kreatif.

Menurutnya, saat ini jumlah museum di Indonesia telah mencapai lebih dari 500 unit, dan ke depan diharapkan terus berkembang, termasuk hingga ke tingkat desa dan komunitas adat.

Lebih lanjut, Fadli Zon menyebut museum memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi melalui sektor pariwisata, seperti wisata sejarah, budaya, hingga kuliner dan religi, sesuai dengan karakteristik masing-masing daerah.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR, serta pihak swasta dalam memajukan kebudayaan nasional, sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 32 Undang-Undang Dasar 1945.

“Dengan kolaborasi dan gotong royong, keterbatasan anggaran dapat diatasi. Bahkan sejumlah revitalisasi cagar budaya kini bisa dilakukan tanpa APBN, melainkan melalui dukungan swasta dan filantropi,” jelasnya.

Peresmian Museum Cipari diharapkan menjadi awal kebangkitan pusat-pusat kebudayaan di daerah, khususnya di Jawa Barat, sekaligus memperkuat identitas dan kesadaran sejarah masyarakat. (OM)