Manfaatkan Lahan Pekarangan, Mahasiswa KKN Uniku di Desa Gunungsari Gelar Workshop

Informasi, Pendidikan1,954 views

KUNINGAN ONLINE – Di tengah semangat untuk menerapkan praktik pertanian berkelanjutan, Mahasiswa kelompok 33 KKN Uniku 2023, bekerjasama dengan Kelompok Wanita Tani, kelompok PKK, serta kelompok masyarakat lingkungan Desa Gunungsari Kecamatan Cimahi, menggelar workshop.

Kegiatan tersebut dengan berjudul “Pemanfaatan Pekarangan Rumah dengan Tanaman Hidroponik Metode Polybag, Botol Bekas, dan Pemanfaatan Kotoran Kambing sebagai Pupuk Sumber Organik Ramah Lingkungan”.

Iklan

Turut hadir, 40 peserta dari berbagai kalangan yang ingin mempelajari cara memanfaatkan lahan pekarangan rumah dengan lebih efisien dan ramah lingkungan.

“Alhamdulillah hasil kerjasama semua pihak dan berkomitmen dalam upaya pemanfaatan lahan pekarangan rumah di desa Gunungsari. Mereka memiliki tekad untuk mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan dan menerapkan metode bertani yang berkelanjutan,” ujar Ketua KKN Kelompok 33 Uniku, Husni Rizqulloh, Jumat (4/8/2023).

Iklan

Melalui kegiatan Workshop, Ia berharap dapat memberikan inspirasi bagi warga desa untuk lebih aktif dalam memanfaatkan lahan pekarangan rumah mereka dengan lebih efisien.

Para peserta kemudian diperkenalkan dengan praktik konsep dan manfaat dari teknik hidroponik metode polybag dan botol bekas sebagai media tanam, yang memungkinkan penggunaan lahan yang terbatas namun menghasilkan panen yang melimpah.

Selain itu, para peserta juga diberikan pemahaman tentang pentingnya pemanfaatan kotoran kambing sebagai sumber pupuk organik yang ramah lingkungan.

Materi aksi yang disampaikan oleh Mahasiswa KKN Kelompok 33 Uniku ini memberikan penjelasan mendalam tentang cara mengolah kotoran kambing menjadi pupuk berkualitas tinggi yang dapat meningkatkan kesuburan tanah tanpa mencemari lingkungan sebagai media pupuk organik guna hidroponik yang akan dibuat.

Peserta workshop diberikan pengetahuan dasar tentang hidroponik dan potensi besar yang dimiliki oleh metode ini dalam menghasilkan hasil panen yang berkualitas dengan lahan yang terbatas.

Melalui presentasi yang informatif dan sesi tanya jawab yang interaktif, peserta mendapatkan pemahaman mendalam tentang teknik penanaman hidroponik yang benar, nutrisi tanaman, serta pengelolaan air yang efisien.

“Saya merasa sangat terinspirasi dengan workshop ini. Saya tidak menyadari bahwa lahan sempit di pekarangan rumah saya dapat dimanfaatkan untuk menanam sayuran dan buah-buahan tanpa menggunakan tanah,” ujar Bapak Sudarno, salah satu peserta workshop.

Setelah sesi teori, acara dilanjutkan dengan sesi praktik langsung, di mana para peserta diajak untuk menanam berbagai jenis sayuran menggunakan metode hidroponik polybag dan botol bekas. Mereka juga diberikan panduan tentang cara mengolah kotoran kambing menjadi pupuk organik yang dapat digunakan untuk tanaman mereka.

Kepala Desa Gunungsari, Bapak Wawan Darmawan, ST., turut hadir dan memberikan dukungannya terhadap upaya masyarakat dalam menerapkan praktik pertanian berkelanjutan.

“Workshop ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemanfaatan lahan pekarangan rumah secara bijaksana. Saya berharap lebih banyak lagi kegiatan semacam ini akan diadakan di desa kami,” ujarnya.

Workshop Pemanfaatan Pekarangan Rumah dengan Metode Hidroponik Polybag, Botol Bekas, dan Pemanfaatan Kotoran Kambing sebagai Sumber Pupuk Organik Ramah Lingkungan berhasil menyedot perhatian dan antusiasme masyarakat.

“Semoga inisiatif berharga ini akan terus memperkuat kesadaran akan pentingnya mengelola lahan pekarangan rumah dengan lebih cerdas dan ramah lingkungan, untuk menciptakan desa yang lebih hijau dan berkelanjutan,” ungkapnya. (OM)