KUNINGAN ONLINE – Konsistensi dan keberanian untuk terus berkembang mengantarkan Rahma Ayu Fauziyah, mahasiswi Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan) yang akrab disapa Rayu, meraih prestasi di tingkat global. Ia terpilih sebagai Google Student Ambassador Batch 2 Tahun 2026 setelah menyisihkan lebih dari 300.000 pendaftar.
Prestasi tersebut menambah panjang deretan pencapaian Rayu sepanjang 2026. Sejak awal tahun, ia aktif membawa nama Universitas Muhammadiyah Kuningan dalam berbagai kegiatan nasional maupun internasional.
Sejumlah peran yang telah dijalaninya antara lain sebagai Delegasi KKN Internasional di Malaysia pada Januari 2026, Brand Ambassador International Moslem Youth Orator (IMYO) Conference Malaysia, MySkill Campus Ambassador Batch 2, serta Delegasi Virtual International Youth Conference (IYC 14).
Tidak hanya aktif dalam kegiatan kepemudaan dan internasional, Rayu juga menunjukkan konsistensinya di bidang teknologi dan literasi digital. Sebelum terpilih sebagai Google Student Ambassador, ia telah menyelesaikan sertifikasi Gemini Certified Educator dan Gemini Certified Student University.
Bagi Rayu, berbagai pencapaian tersebut bukan sekadar penghargaan personal, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membawa nama kampus dan daerah ke ruang yang lebih luas.
“Membawa nama Universitas Muhammadiyah Kuningan di tingkat nasional maupun internasional adalah bentuk pembuktian bahwa ruang tumbuh tidak pernah dibatasi oleh geografis, melainkan oleh sejauh mana mahasiswa berani mengeksplorasi potensi diri,” ujar Rayu kepada Kuninganonline.com, Sabtu (3/10/2026).
Menurutnya, perkembangan teknologi, khususnya artificial intelligence (AI), perlu dimanfaatkan secara bijak oleh mahasiswa untuk mendukung proses belajar dan pengembangan diri.
“Kemajuan teknologi, terutama Artificial Intelligence (AI), merupakan alat bantu untuk mahasiswa jika dimanfaatkan secara tepat. AI bukan untuk menggantikan proses belajar kita, melainkan menjadi mitra berpikir untuk riset, kreativitas, dan pengembangan diri,” tuturnya.
Rayu berharap perannya sebagai Google Student Ambassador dapat menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan sekaligus mendorong mahasiswa lain agar lebih terbuka terhadap perkembangan teknologi.
“Saya ingin mengajak teman-teman mahasiswa, khususnya di kampus, untuk melihat AI sebagai peluang. Mari kita manfaatkan teknologi ini untuk menciptakan karya nyata yang berdampak luas,” katanya.
Melalui peran barunya bersama Google, Rayu berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan literasi digital di kalangan mahasiswa. Ia juga ingin menjadi bagian dari gerakan anak muda yang mampu memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan karya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa dari daerah memiliki peluang untuk berkiprah di tingkat nasional hingga internasional. Dengan konsistensi, keberanian mengeksplorasi potensi, serta kemauan untuk terus belajar, Rayu menunjukkan bahwa latar belakang daerah bukanlah batas untuk berkembang dan bersaing di panggung global. (OM)








