CIAMIS ONLINE – Salah seorang Mahasiswi asal Kecamatan Lumbungsari, Kabupaten Ciamis, Alya menyampaikan aspirasinya terkait dengan persoalan lowongan pekerjaan dicari yang ‘Good Looking’ kepada Calon Anggota Legislatif (Caleg) Dapil Jabar X dari Partai Nasdem, Farahdibha Tenrilemba.
Alya, salah satu peserta diskusi, mengeluhkan bahwa banyak lowongan pekerjaan yang mensyaratkan penampilan menarik (good looking).

“Jadi ada lowongan pekerjaan, tapi harus good looking, kemudian harus ada calo atau orang dalam untuk bekerja di perusahaan tersebut, bagaimana tanggapan teteh?” tanya Alya kepada Farahdibha Tenrilemba.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Farahdibha Tenrilemba mengatakan bahwa tidak semua perusahaan menerapkan kriteria seperti itu. Yang terpenting, adalah memiliki prestasi akademik yang baik dan keterampilan yang relevan
“Saya kasih tahu, untuk Alya atau temen-temen dalam mencari kerja itu harus punya bekal. Misalnya, IPKnya bagus harus 3,3 ke atas. Ya berjuang untuk dapatin 3,23. Kalau dulu saya rapot SD nilainya 10, nah untuk kuliah itu paling tinggi 4. Jadi kalau dapat nilai 3,5 atau 3,3, itu kaya nilai 8 atau nilai 9. Jadi nilainya bagus ya karena persaingan,” ungkap teh Farah sapaan akrabnya, Senin (29/1/2024).
Sebagai perempuan, Teh Farah mengatakan perempuan muda harus punya kelebihan melalui keterampilan. Misalnya, menguasai bahasa inggris, menguasai teknologi, dan memiliki integritas yang tinggi.
“Jadi perempuan muda itu harus punya kelebihannya adalah keterampilan. Baik menguasai bahasa inggris, bisa menggunakan laptop word PPT Excel, canva itu harus bisa. Jadi harus bisa sat sit set atau gerak cepat,” kata Farah Caleg DPR RI nomor urut 1.
Ia juga menyampaikan, ketika tahu cara mengoperasikan internet, kemudian bagaimana caranya meng Google, bagaimana caranya nyari riset yang bagus itu harus bisa dikuasai oleh perempuan-perempuan muda.
“Jadi, pertama nilai harus bagus, kedua kemampuan dan keterampilan lebih menguasa bahasa inggris itu ya bisa dibilang seni wajib. Selain itu, bahasa asing misalnya, Korea, Mandarin China. Ketiga ialah temen-temen harus bisa berkomunikasi baik,” ujarnya.
“Mau kita sepintar apapun, mau kita tahu keterampilan tapi diam ada pertanyaan, diam ada yang mau disampaikan, namun hanya bisa diam itu tidak baik,” tambahannya.
Sebagai perempuan muda, Teh Farah berharap untuk terus meningkatkan keterampilan berbicara, berbahasa asing. Di era digitalisasi saat semuanya bisa lakukan melalui YouTube, atau di google.
“Dulu saya di usia 20 tahun itu berbicara di depan orang Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Nah karena punya keberanian dan menguasai bahasa asing akhirnya bisa menunjukkan bahwa perempuan itu hebat,” pungkasnya. (OM)





