KUNINGAN ONLINE – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kuningan menyampaikan apresiasi dan dukungan atas hasil survei IndoStrategi Research & Consulting yang menempatkan Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai salah satu kementerian dengan kinerja terbaik di tingkat nasional.
Dalam survei tersebut, Kemenag RI menempati posisi ketiga dengan skor kinerja 3,26 poin, mencerminkan kepercayaan publik terhadap peningkatan layanan dan reformasi birokrasi di sektor keagamaan.
Kepala Kemenag Kabupaten Kuningan, H. Ahmad Handiman Romdoni, menyambut hasil tersebut sebagai sinyal positif bagi penguatan tata kelola keagamaan dan pendidikan Islam di daerah.
“Kami sangat mengapresiasi capaian Kemenag yang menunjukkan komitmen pelayanan publik, transformasi birokrasi, dan orientasi ke umatan,” ujarnya kepada Kuninganonline.com, Selasa (21/10/2025).
Romdoni menilai langkah strategis Kemenag RI yang berfokus pada delapan prioritas strategis (Asta Protas) menjadi inspirasi bagi Kemenag di daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan, pendidikan, serta penguatan moderasi beragama.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa arah kebijakan Kemenag juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan pembangunan manusia, keadilan sosial, dan pemerataan pendidikan sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
“Kemenag menjadi bagian integral dari orkestrasi besar pemerintahan dalam mewujudkan Asta Cita Presiden. Kami mendukung penuh agenda PHTC Presiden Prabowo seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG), Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Sekolah Garuda, karena nilai-nilai di balik program tersebut sangat sejalan dengan misi keagamaan yang humanis dan berkeadilan,” jelasnya.
Sebagai bentuk konkret inovasi, Romdoni menyoroti dua inisiatif strategis yang tengah digencarkan, yakni Ekoteologi dan Kurikulum Berbasis Cinta. Kedua gagasan tersebut menjadi simbol penerjemahan nilai-nilai agama dalam kebijakan yang menyentuh aspek kemanusiaan dan keberlanjutan.
“Ekoteologi mengajarkan bahwa kepedulian terhadap alam adalah bagian dari ibadah. Sementara Kurikulum Berbasis Cinta menumbuhkan empati, kasih sayang, dan tanggung jawab sosial sejak dini. Inilah wajah baru Kemenag—agama yang membangun, bukan memisahkan,” tegasnya.
Romdoni menambahkan, keberhasilan Kemenag RI di tingkat nasional menjadi dorongan bagi seluruh jajaran Kemenag di daerah untuk terus berprestasi.
“Kami bangga dan menjadikan capaian ini sebagai motivasi agar Kemenag Kuningan semakin baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya. (OM)





