KUNINGAN ONLINE – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menaruh perhatian terhadap jejak kepemimpinan para pendahulu Kabupaten Kuningan. Salah satu sosok yang menjadi bagian penting dari perjalanan pembangunan Kuningan adalah almarhum H. Aang Hamid Suganda.
Nama mantan Bupati Kuningan dua periode tersebut kembali mendapat perhatian dalam momentum Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan, Selasa (1/9/2026).
H. Aang Hamid Suganda bersama almarhumah Hj. Utje Ch. Suganda menjadi salah satu tokoh yang makamnya diziarahi dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-528 Kuningan. Ziarah tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap para pemimpin terdahulu yang telah memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.
Dalam momentum tersebut, Dedi Mulyadi menekankan pentingnya melihat kembali perjalanan masa lalu sebagai bahan evaluasi sekaligus pembelajaran dalam membangun daerah.
Menurut KDM, pembangunan tidak bisa dilepaskan dari jejak para pemimpin sebelumnya. Setiap periode pemerintahan memiliki gagasan, kebijakan dan pengalaman yang dapat menjadi bahan untuk menentukan arah pembangunan berikutnya.
Sosok Aang Hamid Suganda sendiri memiliki catatan cukup kuat dalam perjalanan Kabupaten Kuningan. Salah satu warisan kebijakan yang masih berjalan hingga saat ini adalah kerja sama antardaerah KUNCI BERSAMA, yang diinisiasi pada masa kepemimpinannya.
Forum tersebut menjadi wadah kerja sama sejumlah daerah di kawasan perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah. Hingga kini, KUNCI BERSAMA masih dipertahankan dan terus dikembangkan oleh pemerintahan setelahnya.
Belajar dari Pemimpin Terdahulu
Dedi Mulyadi menilai pemimpin hari ini tidak boleh memutus hubungan dengan sejarah daerah.
Justru, keberhasilan maupun kekurangan pemerintahan sebelumnya harus menjadi bahan pembelajaran untuk memperbaiki pembangunan ke depan.
Dalam konteks pembangunan Jawa Barat, KDM juga mendorong agar pemerintah daerah memiliki keberanian mengambil keputusan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat, terutama dalam persoalan infrastruktur dasar, pelayanan publik dan peningkatan kualitas hidup warga.
Hal tersebut sejalan dengan pesan KDM dalam Sidang Paripurna Hari Jadi ke-528 Kuningan yang menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur jalan yang tidak sekadar mengutamakan pengaspalan, tetapi juga memperhatikan drainase, penerangan jalan, keamanan dan pemeliharaan.
Kehadiran KDM dalam Sidang Paripurna Hari Jadi ke-528 Kuningan sendiri menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Kuningan. Sebelumnya, KDM memang dijadwalkan memberikan sambutan khusus dalam agenda tersebut.
Jejak Aang Tetap Menjadi Bagian Sejarah Kuningan
Penghormatan terhadap H. Aang Hamid Suganda menunjukkan bahwa pembangunan Kuningan merupakan proses panjang yang melibatkan banyak generasi pemimpin.
Bupati Kuningan saat ini juga sebelumnya mengajak seluruh pihak untuk mengenang jasa para bupati terdahulu. Dalam rangkaian Hari Jadi ke-528, Pemkab Kuningan bahkan menziarahi makam 21 bupati terdahulu yang telah wafat.
Karena itu, pesan yang muncul dalam momentum Hari Jadi ke-528 bukan hanya tentang bagaimana Kuningan melangkah ke depan, tetapi juga bagaimana daerah tersebut tetap menghargai fondasi yang telah dibangun para pendahulunya.
Bagi KDM, pengalaman pemimpin terdahulu seperti H. Aang Hamid Suganda dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran agar pembangunan Kuningan dan Jawa Barat ke depan semakin kuat, berkelanjutan dan benar-benar dirasakan masyarakat.
Semangat tersebut sejalan dengan tema Hari Jadi ke-528 Kuningan, “Melesat Ngudag Jaman, Ngakar Kuat Purwadaksi”—bergerak cepat mengikuti zaman, namun tetap memiliki akar sejarah dan jati diri yang kuat. (OM)









