Kabid Hikmah PC IMM Kuningan soroti proyek nasional pembangunan bendungan di cibereum, Renis : harapan untuk lepas dari kemiskinan ekstrim akan semakin mustahil.

KUNINGANONLINE-Aktivis Kuningan, Renis Amarullah dari Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kuningan, selaku ketua bidang (Kabid) Hikmah Politik dan Kebijakan Publik, soroti proyek pembangunan bendungan yang terletak di Desa Randusari dan Kawungsari Kecamatan Cibeurem Kabupaten Kuningan.

Renis menilai dibalik megahnya mega proyek pembangunan bendungan kuningan mulai menyisakan dampak serius bagi warga desa kawungsari, kecamatan cibereum.

Iklan

“Warga desa kawungsari yang sempat menerima ganti “untung” dari pemerintah imbas Mega proyek pembangunan bendungan kuningan, hasil pembebasan lahan pertanian dan rumah kini mulai dilanda kecemasan dan kebimbangan akan nasib hidupnya”ucapnya Kepada Kuningan Online Sabtu (31/12/2022).

Diawal penerimaan uang ganti untung, masyarakat yang mayoritas bertani dan hidup dalam kesederhanaan tiba-tiba berubah 360 derajat gaya dan pola hidupnya, dalam waktu singkat masyarakat berbondong bondong membeli motor dan mobil mewah, bahkan ada yang membeli mobil dengan harga 500 juta, tak disangka hal tersebut akan membawa kegundahan yang luar biasa pada saat ini.

Iklan

berdasarkan observasi yang dilakukan PC IMM Kuningan, Dibalik suksesnya pembangunan mega proyek tersebut menyisakan sederet problematika serius.

“mayoritas masyrakat hanya menguasai skill bertani sehingga sulit sekali mendapatkan mata pencaharian,karena kini uang dari hasil ganti untung sudah terlanjur digunakan untuk gaya hidup konsumtif, untuk bertahan hidup banyak masyarakat yang akhirnya menjual kembali kendaraan yang dibeli saat penerimaan uang”tuturnya

Tak hanya itu polemik yang hadir di masyarakat, beberapa warga yang kami wawancarai mengaku stres akibat tidak adanya pemasukan, beberapa bahkan ada sudah mulai terlilit hutang. Beberapa warga memilih pindah ke daerah lain untuk melanjutkan hidup.

“Tidak sedikit pula masyarakat yang mengakui dampak dari ganti untung ini juga mengakibatkan perpecahan antar saudara kandung, sehingga terjadi keretakan dalam hubungan keluarga, konflik ini terjadi dengan motif berebut warisan keluarga.”tambahnya

PC IMM Kuningan menyayangkan sikap pemerintah daerah yang terkesan berfikir dangkal tanpa meretas dampak sosial dan ekonomi jauh kedepan, pemerintah daerah lebih mengedepankan sikap ABS (Asal Bapak Senang) dalam mendukung proyek strategis nasional ini.

“Minimnya strategi preventif terhadap dampak sosial dan ekonomi jangka panjang bagi masyarakat yang direlokasi menimbulkan kemirisan bagi kami, dalam pandangan kami seharunya kebijakan yang diambil itu harus matang dan berpihak bagi kepentingan jangka panjang masyarakat.”ungkapnya

Masih renis, namun dalam kasuistik bendungan Kuningan ini, pemerintah daerah seolah seperti sedang menyelesaikan persoalan anak kecil yang menangis kemudian mendiamkannya dengan cara memberi permen.

Pihaknya PC IMM Kuningan peringatkan kepada Bupati Kuningan dan jajarannya yang dulu mengelukan Mega proyek ini untuk segera bangun dari kursi-kursinya

“Pihak pemerintah daerah seyogyanya harus membuka mata dan telinganya sehingga dosa dosa kepada masyarakat yang terdampak pembangunan bendungan Kuningan terlihat nampak, karena kalau tidak segera dibuat kebijakan yang solutif maka ini akan menjadi bom waktu bagi pemerintahan daerah, harapan untuk terlepas dari kemiskinan ekstrim justru akan semakin mustahil”pungkasnya (Poy)