Hadapi Tantangan Remaja, DPPKBP3A Kuningan Optimalkan Peran PIK

Kesehatan, Sosial97 views

KUNINGAN ONLINE – Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) terus memperkuat peran generasi muda melalui kegiatan Penguatan Kelembagaan Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja tingkat desa/kelurahan dan sekolah, Senin (4/5/2026).

Kegiatan yang digelar di Aula Bank BJB Kuningan ini diikuti sekitar 100 peserta, terdiri dari perwakilan DPC APDESI Kabupaten Kuningan, Ketua MKKS SLTA, Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), Duta GenRe desa/kelurahan, serta Forum GenRe Kabupaten Kuningan.

Iklan

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran DPPKBP3A, di antaranya Kepala Bidang Keluarga Sejahtera (KS) dan Kepala Bidang Pengendalian Penduduk (Dalduk). Materi penguatan disampaikan oleh PLKB Senior Iis Aisyah, S.Sos., M.AP, bersama Duta GenRe.

Mewakili Kepala DPPKBP3A Kabupaten Kuningan, H. Apip PIP Ropi’i, Kepala Bidang Keluarga Sejahtera Anwar Nasihin, menegaskan bahwa masa remaja merupakan fase penting dalam pembentukan karakter dan arah masa depan.

Iklan

“Remaja saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari kesehatan reproduksi, penyalahgunaan narkoba, perundungan, hingga tekanan digital akibat penggunaan media sosial yang semakin tinggi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keberadaan PIK Remaja menjadi ruang strategis bagi generasi muda untuk memperoleh informasi yang benar sekaligus menjadi tempat berbagi pengalaman dan saling menguatkan antar teman sebaya.

Menurutnya, PIK Remaja tidak boleh hanya menjadi organisasi formal, tetapi harus mampu menjalankan fungsi sebagai pusat edukasi, layanan konseling sebaya, dan agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

“Seringkali remaja lebih nyaman bercerita kepada teman sebaya. Di sinilah pentingnya peran peer counselor yang mampu memberikan pendampingan tanpa menghakimi,” katanya.

Selain itu, Anwar juga menyoroti dampak penggunaan gadget yang berlebihan terhadap kondisi psikologis remaja. Ia menilai, tanpa pengelolaan yang baik, tekanan digital dapat memengaruhi kesehatan mental generasi muda.

Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan ruang yang sehat dan positif bagi remaja melalui penguatan PIK Remaja, agar mereka dapat berdiskusi, berbagi, dan berkembang secara optimal.

Ia pun berpesan agar PIK Remaja menjadi organisasi yang inklusif dan terbuka bagi semua kalangan.

“Jadikan PIK Remaja sebagai tempat berbagi tanpa menghakimi, serta mampu menjadi teladan dalam perilaku positif di lingkungan masing-masing,” pesannya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan PIK Remaja semakin aktif dalam memberikan pendampingan sebaya dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menangani berbagai persoalan remaja.

“Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung visi Kuningan Melesat melalui generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” pungkasnya. (OM)