Gerindra Kuningan Memanas Jelang Penetapan Ketua DPC, Toto Tohari: Siapapun yang Ditunjuk Wajib Didukung

Politik, Sosial160 views

KUNINGAN ONLINE – Dinamika politik di Kabupaten Kuningan mulai menghangat menjelang penetapan kepengurusan baru Partai Gerindra. Isu pergantian kepemimpinan DPC Partai Gerindra Kuningan pun mulai mencuat, dengan sejumlah nama disebut-sebut berpeluang mengisi posisi ketua.

Salah satu nama yang mengemuka adalah Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, yang dikabarkan diproyeksikan menduduki posisi Ketua DPC Partai Gerindra Kuningan menggantikan Penjabat Ketua DPC, Toto Tohari.

Iklan

Pergantian tersebut bahkan mulai dikaitkan dengan konstelasi politik menuju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2029. Namun, hingga kini belum ada keputusan resmi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra mengenai siapa yang akan memimpin DPC Gerindra Kuningan.

Saat dikonfirmasi, Jumat (21/8/2026), Toto Tohari memilih tidak banyak berkomentar mengenai isu tersebut. Ia justru menegaskan pentingnya menjaga soliditas kader.

Iklan

“Anggota Gerindra tidak mungkin bersaing dengan sesama kader Gerindra. Pada prinsipnya, kader Partai Gerindra tetap kompak, bersatu dari pusat hingga daerah. Itu saja,” ujar Toto sembari tersenyum.

Toto menjelaskan, hingga saat ini dirinya masih berstatus sebagai Penjabat Ketua DPC. Menurutnya, proses penetapan kepengurusan baru memang belum dilakukan secara menyeluruh karena harus melalui tahapan dari tingkat pusat hingga daerah.

“Kebetulan penetapan pengurus baru di DPP saja baru dilakukan beberapa minggu terakhir. Prosesnya berjenjang: dari DPP ke DPD, baru kemudian menyusul ke DPC secara serentak di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Ia memperkirakan pelantikan pengurus DPC Partai Gerindra Kuningan akan berlangsung sekitar Oktober atau November 2026.

Toto juga menegaskan bahwa mekanisme penentuan ketua DPC Partai Gerindra berbeda dengan sejumlah partai politik lainnya. Di Gerindra, kata dia, tidak ada mekanisme Musyawarah Cabang (Muscab) untuk memilih ketua.

“Di Partai Gerindra tidak ada Musyawarah Cabang (Muscab). Pengurus ditetapkan langsung melalui perintah DPP,” tegasnya.

Karena itu, Toto meminta seluruh kader tidak terjebak dalam persaingan internal ataupun merasa paling layak untuk menduduki jabatan tertentu.

“Makanya, di Gerindra jangan ada yang merasa paling hebat atau paling jago. Siapapun yang ditunjuk, harus siap melaksanakan amanah,” katanya.

Mengenai munculnya sejumlah nama yang disebut-sebut masuk dalam bursa Ketua DPC Gerindra Kuningan, Toto memastikan tidak ada proses pengusulan nama dari daerah kepada DPP.

“Tidak ada usulan nama, tidak ada pencalonan. Sifatnya murni keputusan dan komando dari DPP. Siapapun yang ditunjuk, kita wajib taat dan patuh,” tandasnya.

Terkait siapa yang nantinya akan memegang kendali DPC Gerindra Kuningan, apakah dirinya, Tuti Andriani, atau kader lainnya, Toto mengaku belum mengetahui keputusan tersebut.

“Itu sepenuhnya wewenang pusat. Yang kami lakukan saat ini tetap menjaga kekompakan dan kebersamaan. Siapapun yang nanti ditunjuk, kami akan dukung bersama,” pungkasnya.

Dengan tahapan penetapan kepengurusan yang diperkirakan berlanjut hingga akhir 2026, dinamika internal Partai Gerindra Kuningan diprediksi akan menjadi salah satu bagian penting dalam membaca arah peta politik daerah menuju Pilkada 2029. (OM)